• Minggu, 26 Juni 2022

Menko Airlangga Bersyukur S&P Tingkatkan Outlook Indonesia Jadi Stabil, Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5,1%

- Minggu, 1 Mei 2022 | 01:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,  S&P proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI 5,1 persen pada 2022 (Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, S&P proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI 5,1 persen pada 2022 (Kemenko Perekonomian)

SUARAKARYA.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersyukur lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) dalam laporannya meningkatkan outlook Indonesia dari negative menjadi stabil.

S&P juga mencatat peringkat Indonesia pada level BBB (Investment Grade) pada 27 April 2022 juga bisa dipertahankan.

Selain itu dalam laporannya S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat menjadi 5,1 persen pada 2022.

“Kita bersyukur setelah dua tahun akhirnya outlook Indonesia ditingkatkan menjadi stabil dari sebelumnya negatif oleh lembaga rating S&P. Ini menandakan kepercayaan investor masih kuat terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah dan ketahanan ekonomi Indonesia,” tutur Menko Airlangga dalam keterangan, Sabtu (30/4/2022).

Baca Juga: Naik 17%, Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp103,5 Triliun Triwulan I-2022

Menurut Airlangga, outlook yang stabil merupakan pengakuan atas peningkatan sektor eksternal nasional, pemulihan ekonomi Republik Indonesia (RI) berlanjut selama dua tahun kedepan, dan kemajuan bertahap menuju konsolidasi fiscal pemerintah.

Menyinggung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat menjadi 5,1 persen pada 2022, Menko Airlangga menyatakan, hal itu didapatkan seiring pembukaan pembatasan ekonomi yang dilakukan pemerintah.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, lembaga rating S&P juga menilai UU Cipta Kerja akan meningkatkan iklim bisnis dan investasi, serta pertumbuhan potensi ekonomi.

UU Cipta Kerja juga mengatur tarif pajak perusahaan yang lebih rendah dan kebijakan pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel. Selain itu, laju pemulihan Indonesia akan terakselerasi lebih lanjut tahun ini setelah tumbuh 3,7 persen pada 2021 dan kontraksi 2,1 persen pada 2020.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X