• Minggu, 26 Juni 2022

200kg Daging Sapi Ludes Dalam 10 Menit, Kementan Sukses Gelar Pangan Murah Di Kota Bogor

- Kamis, 28 April 2022 | 21:56 WIB
Kementan Gelar Pangan Murah Pasar Tani di Bogor (Ist)
Kementan Gelar Pangan Murah Pasar Tani di Bogor (Ist)

SUARAKARYA.ID: Beberapa hari menjelang Idul Fitri, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menyelenggarakan Gelar Pangan Murah di Kota Bogor.

Wilayah Kota Bogor kembali mendapatkan kesempatan menjadi lokasi Gelar Pangan Murah Kementan. Setelah Senin (25/04) dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Bogor Utara, kali ini, Kamis (28/04) giliran halaman parkir Kodim 0606 Kota Bogor dipilih menjadi sentra penjualan.

Gelar Pangan Murah yang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, TPID Kota Bogor, Bank Indonesia dan Pasar Mitra Tani Katulampa Kota Bogor ini menjual berbagai bahan pangan pokok, di antaranya beras Grade A ukuran 5 kilogram Rp55 ribu, minyak goreng 1.000 Liter Rp22.500, telur ayam Rp23 ribu per kilogram, bawang merah Rp30 ribu per kilogram, gula pasir Rp13.500 per kilogram, daging sapi Rp103 ribu per kilogram.

Baca Juga: Libur Lebaran Wisatawan Mulai Padati Bali, Kapolri Minta Prokes Diperketat

Baca Juga: Juara Turnamen Catur JAPFA Ramadhan Cup 2022 Disabet Pelatih SEA Games Ruslan Scherbakov

Ada pula aneka ikan seperti ikan bawal Rp18 ribu per kilogram, gurame Rp25 ribu per kilogram, patin Rp16 ribu per kilogram, bandeng Rp24 ribu per kilogram dan sejumlah jenis ikan lainnya.

Selain itu ada juga aneka sayuran yang telah dikemas dengan bersih seperti timun, terong.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi mengatakan hadirnya Gelar Pangan Murah ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pangan, aman (secara ketersediaan dan pasokan). "Dua belas pangan pokok mulai dari padi (beras) jagung, kedelai, daging sapi, ayam, telur, minyak goreng, gula pasir, Insya Allah aman," sebutnya.

Jaminan itu dikatakan Dedi setelah jajarannya melakukan monitoring di sejumlah pasar, distributor dan hal lainnya yang berkaitan dengan pangan. Diakuinya, beberapa waktu lalu ada sedikit masalah dengan ketersediaan minyak goreng. "Harga relatif terkendali, memang ada kenaikan tetapi masih terkendali karena kurang dari 10 persen, masih relatif wajar, " tuturnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X