• Minggu, 26 Juni 2022

Tinjau Ekosistem Industri Kulit, Menko Airlangga Berdayakan UMKM Lewat Pembiayaan KUR

- Minggu, 24 April 2022 | 12:33 WIB
Airlangga Hartarto meninjau industri kulit di Garut. (Kemenko Ekonomi.)
Airlangga Hartarto meninjau industri kulit di Garut. (Kemenko Ekonomi.)

SUARAKARYA.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke  PT Garut Makmur Perkasa di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). PT Garut Makmur Perkasa merupakan pabrik penyamakan kulit terbesar di Indonesia dan telah memiliki fasilitas standar pengolahan limbah. 

Perusahaan ini memproduksi kulit sebagai bahan baku industri termasuk bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Kunjungan ini merupakan kunjungan kerja untuk meninjau ekosistem industri kulit dan UMKM pengrajin kulit di Garut,” ujar Menko Airlangga dalam peninjauan tersebut.

Dilaporkan Humas Kemenko Ekonomi, kegiatan kunjungan Menko Airlangga diawali dengan factory touring 
meninjau fasilitas pabrik dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada 2 UMKM pengrajin kulit binaan Bank BNI.

Baca Juga: Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Pemuda Pertanian, Kementan Dan Kemenpora Jalin Kerjasama

Selanjutnya, Menko Airlangga melakukan kunjungan ke stand UMKM yang menampilkan berbagai produk kerajinan dari kulit serta berdialog dengan para pelaku UMKM tersebut.

Dirilis Kemenko Ekonomi, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan tercatat mencapai sebesar 19,25 % tahun 2021 lalu. Industri  pengolahan sendiri berhasil tumbuh sebesar 3,39 % (yoy) sepanjang tahun 2021 tersebut.

Sementara itu, untuk sektor Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebagai bagian dari industri pengolahan nonmigas juga berhasil tumbuh positif sebesar 7,75% (yoy) pada tahun 2021 dengan kontribusi 0,25% terhadap PDB.

Baca Juga: Menag RI Dan Duta Besar Vatikan Bertemu Di Ambon

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri tersebut menyumbang PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) dengan nilai mencapai Rp42,51 triliun pada 2021. Nilai tersebut porsinya sebesar 1,44% dari industri pengolahan nonmigas nasional.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X