• Selasa, 28 Juni 2022

Angkutan Lebaran 2022, DLU Kerahkan 43 Unit Kapal

- Sabtu, 23 April 2022 | 20:58 WIB
Direktur Utama PT DLU, Erwin H Poedjono (kiri) bersama Penasehat Utama & Owner PT DLU, Bambang Harjo S (kanan)
Direktur Utama PT DLU, Erwin H Poedjono (kiri) bersama Penasehat Utama & Owner PT DLU, Bambang Harjo S (kanan)


SUARAKARYA.ID: Angkutan Lebaran 2022 di sektor laut persiapannya sudah sama matang dengan sektor angkutan darat. PT Darma Lautan Utama (DLU) misalnya mendukung angkutan lebaran ini dengan mengerahkan 43 unit kapal penumpang.

Menurut Direktur Utama PT DLU, Erwin H Poedjono, kapal sebanyak itu terbagi atas 22 unit yang beroperasi di lintas penyeberangan jarak pendek, 16 unit dioperasikan di lintas panjang, dan 5 unit dioperasikan di lintasan perintis.

"Tahun ini total armada kami siapkan, tidak ada yang docking, tidak ada yang rusak, semua kita siapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik pada Angkutan Lebaran 2022 ini," ujarnya, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga: Pak Ribut Guru Lumajang, Sudah Sukses Malah Putus Dengan Pacar

Menurutnya, persiapan untuk angkutan Lebaran tahun ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Pihaknya memperkirakan akan ada lonjakan penumpang hingga 15% dibandingkan tahun lalu.

Pihaknya memperkirakan akan ada sekitar 85 juta orang yang akan mudik ke kampung halamannya pada musim lebaran tahun ini. Untuk memaksimalkan pelayanan di era pandemi Covid-19, pihaknya tetap tetap akan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara, Penasehat Utama & Owner PT DLU, Bambang Harjo S, menambahkan, jumlah armada DLU sangat memadai, sebab load factor masih pada kisaran 60%-70%, sehingga pihaknya belum perlu menambah jumlah trip. "Sampai saat ini trip masih normal," ujarnya.

Baca Juga: Ucapan Lebaran Idul Fitri Untuk Group WABaca Juga: Ucapan Lebaran Idul Fitri Untuk Group WA

Dalam kesempatan itu, dia juga menyayangkan kebijakan pemerintah yang belum begitu berpihak pada sektor usaha ini. Dia kemudian mengeluhkan soal pemerintah yang tetap membiarkan keterbatasan dermaga tapi terus menambah kapal.

Imbasnya, kata dia, kapal harus antri sandar di dermaga yang berimbas pada ketidaknyamanan penumpang. Dia juga mempersoalkan kesan membiarkan pendangkalan alur pelayaran yang menjadikan kapal berpotensi nyangkut bila hendak memaksimalkan kapasitas angkut.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sasar Pekerja Informal, BTN Gelar Grebek Pasar

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:33 WIB

Bank DKI Dukung Malam Puncak Jakarta Hajatan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:53 WIB
X