• Minggu, 26 Juni 2022

SidoMuncul Dorong Pesantren Berdaya Saing, Hasilkan Wirausahawan Baru: Sumbang Rp.700 Juta

- Sabtu, 23 April 2022 | 09:01 WIB
Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat bersama Ketua Nusantara Utama Cita (NU Circle) DR. R. Gatot Priyo Utomo, Rais PBNU KH Masdar Farid Mas'udi dan senior di NU Circle sekaligus aktivis perempuan, Lily Chodidjah Wahid mufakat untuk mendorong pesantren berdaya saing dan A wirausahawan baru (AG Sofyan)
Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat bersama Ketua Nusantara Utama Cita (NU Circle) DR. R. Gatot Priyo Utomo, Rais PBNU KH Masdar Farid Mas'udi dan senior di NU Circle sekaligus aktivis perempuan, Lily Chodidjah Wahid mufakat untuk mendorong pesantren berdaya saing dan A wirausahawan baru (AG Sofyan)
 
 
SUARAKARYA.ID: Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat menyatakan sudah tidak zamannya lagi konsep charity diberlakukan kepada para santri di pondok pesantren. Komitmen yang harus dijaga dan dipelihara adalah memastikan bagaimana pemberdayaan kepada mereka bisa cepat untuk naik kelas, mandiri secara ekonomi.
 
Pemberdayaan pondok pesantren dari sisi ekonomi, kata Irwan, harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan santri dan pengelola pesantren, tapi juga bagi masyarakat sekitar di lingkungan pondok pesantren.
 
"Konsep yang equal atau setara ya kerja sama, yang akan membuka peluang usaha bagi pondok pesantren sekaligus membina para santri untuk menjadi wirusahawan kelak. Rasanya santri dan pesantren akan lebih nyaman dan merasa ada pride jika pendekatannya bermitra dengan swasta atau industri ketimbang jika hanya menerima bantuan tapi tidak sustain untuk lebih berdaya," kata Irwan Hidayat usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kaum duafa dan beberapa pondok pesantren di Pulau Jawa yang dilakukan secara hybrid dari kantor SidoMuncul Cipete dan Pabrik SidoMuncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (19/4/2022).
 
 
Irwan mencontohkan, misalnya usaha ayam goreng yang dia akan rintis.
 
Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat dan Ketua Nusantara Utama Cita (NU Circle) DR. R. Gatot Priyo Utomo bersepakat menjalin kerja sama kerja sama dengan Nusantara Utama Cita (NU Circle) terkait pemberdayaan pesantren dan pembelajaran santri melalui komoditas tanaman rempah dan obat (AG Sofyan)
 
"Sebut saja Ayam Goreng Bima, nama usahanya, bergerak pada kuliner ayam goreng. Nah, kan Bima itu bisa bekerja sama dengan pesantren-pesantren untuk bahan bakunya. Bisa rempah-rempahnya, hasil ternak ayam, sayuran dan buah sebagai hidangan," ucapnya.
 
Lalu kalau bahan kebutuhan baku jamu SidoMuncul jelas juga perlu dipasok oleh petani santri yang ada di pesantren-pesantren yang tersebar di Jawa dan Madura. Misalnya yang rutin adalah kebutuhan jahe, temulawak, dan tanaman empon-empon lainnya.
 
 
Tak hanya itu, Irwan juga mendorong pondok pesantren memiliki manajemen yang baik dalam usaha agar bisa membuka peluang kerjasama pula dengan industri makanan dan minuman besar dan Bank Indonesia, OJK serta industri perbankan.
 
"Harapannya, kerja sama yang menjadi cita-cita bersama ini bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat," jelas sulung dari 5 bersaudara generasi ketiga SidoMuncul yakni dirinya, Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, David Hidayat.
 
Berbagi Kebaikan Rp.700 Juta
 
SidoMuncul seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan Ramadhan 1443H kali ini berbagi kebaikan dengan memberikan bantuan senilai Rp.700 Juta bagi 1.000 kaum duafa di Kabupaten Semarang dan lima ponpes (Pondok Pesantren). 
 
 
Pada kesempatan yang sama, SidoMuncul juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Nusantara Utama Cita (NU Circle) terkait pemberdayaan pesantren dan pembelajaran santri melalui komoditas tanaman rempah dan obat.
 
Hadir di moment ini selain Irwan Hidayat, di Semarang juga diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Semarang Suratno, SH.MH yang mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha, SH.MM dan Ketua Nusantara Utama Cita (NU Circle) DR. R. Gatot Priyo Utomo, Rais PBNU KH Masdar Farid Mas'udi dan senior di NU Circle dan aktivis perempuan, Lily Chodidjah Wahid.
 
“Saya sangat bersyukur bisa mewakili untuk memberikan bantuan bagi para duafa. Setiap bulan Ramadhan, SidoMuncul rutin melakukan kegiatan ini. Menurut saya, kegiatan ini rasanya sangat praktis, lancar, dan tepat sasaran yang sudah berjalan selama 16 tahun. Beberapa hari lalu kami juga menyerahkan santunan sebesar Rp.210 Juta untuk 1.000 anak yatim dan duafa di sekitar Kantor SidoMuncul, Cipete, Jakarta. Dan sekarang ini kembali memberikan santunan kepada 1.000 kaum duafa di Kabupaten Semarang.
 
 
Senada dengan Irwan, Ketua Nusantara Utama Cita (NU Circle) DR. R. Gatot Priyo Utomo menyatakan kerja sama pemberdayaan ekonomi yang menyangkut sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan ini merupakan langkah yang sangat baik.
 
"Rata-rata kebanyakan pesantren secara ekonomi memang agak kurang. Sehingga kerja sama pelatihan dan pendampingan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan berdampak positif bagi lembaga-lembaga pesantren itu sendiri," ujarnya.
 
Pemberian bantuan SidoMuncul senilai Rp.700 Juta kepada 1000 Duafa Dan 5 Ponpes di Jawa dan Madura dilakukan secara simbolis dan virtual dari Kantor SidoMuncul Cipete Jakarta dan Pabrik di Ungaran (AG Sofyan)
 
Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada SidoMuncul yang menginisiasi kerja sama ini dan mensukseskan program pemberdayaan kaum santri.
 
 
Bantuan senilai Rp.700 Juta bagi 1.000 kaum duafa di Kabupaten Semarang dan lima ponpes (Pondok Pesantren) tersebut adalah Pondok Pesantren Salafiyahh Al Coliliya, Pasuruan, yang secara simbolis diserahkan kepada Gus Ridwan, Pondok Pesantren Syailhona Cholil, Madura, yang secara simbolis diserahkan kepada Gus Hafsin.
 
Lalu Pondok Pesantren Nurul Huda di Pemalang, secara simbolis diserahkan kepada  Gus Alwi, Pondok Pesantren Nurul Huda, Banyumas, secara simbolis diserahkan kepada Gus Ajir, dan Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin, Rembang, yang secara simbolis diserahkan kepada Gus Rizal Wijaya.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X