• Minggu, 26 Juni 2022

Dukung Food Estate Belu, Kementan Latih SDM Pertanian Integrated Farming Berbasis Jagung

- Jumat, 22 April 2022 | 20:45 WIB
Dedi Nursyamsi (Ist)
Dedi Nursyamsi (Ist)

SUARAKARYA.ID: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluh dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tak pernah berhenti memperkuat kapasitas insan pertanian. Kali ini Kementan memperkuat kapasitas SDM penyuluh melalui pelatihan Integrated Farming Berbasis Jagung.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL mengatakan, penyuluh merupakan ujung tombak agar sektor pertanian berkembang ke arah yang maju, mandiri dan modern. Oleh karenanya, apabila pertanian kita ingin terus meningkat, Mentan SYL menilai kapasitas insan pertanian, dalam hal ini penyuluh merupakan hal yang penting untuk terus ditingkatkan.

"Kata kuncinya adalah SDM. Apabila maju SDM kita, maka maju pula sektor pertanian kita. Kalau SDM pertanian kita mumpuni, maka pertanian yang maju, mandiri dan modern juga dapat kita capai," kata Mentan SYL.

Baca Juga: Dewan Soroti Masalah Pemeliharaan Fasilitas Olahraga Kota Bandung

Baca Juga: Percepat Pembentukan Kota Cerdas, Menteri Johnny: Kominfo Siapkan Pendampingan

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi salam sambutan pembukaannya menerangkan, saat ini kita menghadapi kondisi yang tidak biasa-biasa saja. Pandemi Covid-19 seakan-akan menjadi gerbang ke arah ketidakpastian.

"Baru saja pandemi menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, kita didera perubahan iklim dan dampak ikutan berupa permintaan produk yang melonjak, sementara ketersediaan masih terbatas akibat pandemi," kata Dedi

Akibatnya, kata Dedi, harga bahan pangan melambung. Kondisi ini diperparah dengan perkembangan geopolitik baru-baru ini, di mana Rusia menginvasi Ukraina. Berdasarkan data terbaru, inflasi Indonesia terkendali di angka 2,64%, lebih rendah dibandingkan dengan Korea Selatan (4,1%), Perancis (4,5%), jauh lebih rendah dari Turki (61,14%), dan Argentina (52,3%).

"Keberhasilan tersebut tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi semua sektor, dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang/jasa. Terutama sektor pangan, yang menjadi tulang punggung ketahanan negara," paparnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X