• Jumat, 1 Juli 2022

BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Ajak Pekerja Lindungi Diri Dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

- Rabu, 2 Maret 2022 | 14:22 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SUARAKARYA.ID: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa kembali mengajak para pekerja formal dan informal di wilayah kerjanya untuk membekali diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka menyebut, sadar perlindungan jaminan sosial sangat perlu terutama bagi pekerja sektor informal (Bukan Penerima Upah atau BPU), dari kemungkinan terjadinya risiko akibat pekerjaan.

Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaaan Cabang Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto, di wilayahnya banyak pekerja sektor BPU seperti dokter, pengacara, artis, ojek online, pedagang keliling, sopir angkot, dan sebagainya. "Resiko kecelakaan kerja dan kematian bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun," ujarnya, Rabu (2/3/2022).

Karena itulah, pihaknya mengajak pekerja di area Surabaya untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor BPU. Pekerja informal atau pekerja BPU, kata dia, adalah pekerja yang melakukan kegiatan usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan usahanya tersebut.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Dorong Mahasiswa Magang Jadi Peserta BPU

Dengan membayar iuran mulai Rp16.800 per bulan, pekerja BPU sudah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Peserta Bukan Penerima Upah juga dapat mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan menambah iuran mulai dari Rp20 ribu perbulan.

Dia mengingatkan bahwa manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat banyak. Diantaranya perawatan tanpa batas hingga sembuh, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja sesuai indikasi medis.

Bahkan ketika pekerja masih dalam masa pemulihan, mereka yang tidak bisa bekerja untuk sementara waktu itu juga berhak mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sesuai ketentuan, Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) itu diberikan sebesar 100 persen dari upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama, dan sebesar 50 persen untuk bulan selanjutnya hingga sembuh.

Baca Juga: BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa Berikan Perlindungan Kepada MWCNU dan Banser

Jika terjadi risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja (JKM) maka santunan yang akan diterima adalah sebesar Rp42 juta. Ada juga hak beasiswa hingga perguruan tinggi untuk dua orang anak dengan maksimal nilai manfaat sebesar Rp174 juta.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:35 WIB

Sasar Pekerja Informal, BTN Gelar Grebek Pasar

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:33 WIB
X