• Rabu, 17 Agustus 2022

Raih Doktor Unpad, Siswanda Ungkap Manfaat Dana Desa untuk Pengentasan Kemiskinan

- Jumat, 11 Februari 2022 | 21:36 WIB
Siswanda H. Sumarto berhasil meraih gelar Doktor (S3) dalam sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Padjajaran, Bandung dengan mengungkap manfaat dana desa untuk pengentasan kemiskinan (AG Sofyan)
Siswanda H. Sumarto berhasil meraih gelar Doktor (S3) dalam sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Padjajaran, Bandung dengan mengungkap manfaat dana desa untuk pengentasan kemiskinan (AG Sofyan)

BANDUNG: Direktur Senior Bandung Trust Advisory Group untuk Innovation and Local Governance (B-Trust), Siswanda H. Sumarto berhasil meraih gelar Doktor (S3) dalam sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Padjajaran, Bandung pada Kamis (10/2/2022). 
 
Disertasi Siswanda mengangkat judul “Pengaruh Dana Desa, Dana Perimbangan Dan Pendapatan Asli Daerah Pada Kesejahteraan Masyarakat” yang dipromotori Dr Ir Bagdja Muljarijadi, SE.MS selaku Ketua, Dr Adhitya Wardhana, SE.MSi sebagai anggota, dan almarhum Kodrat Wibowo, SE, PhD selaku anggota.
 
Ketua Yayasan Persaudaraan Aceh-Jawa Barat itu menelusuri efektivitas desentralisasi fiskal yang termaktub dalam Undang Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah berupa dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH). 
 
 
 
Selama pelaksanaan desentralisasi fiskal, aktivis tahun 80-an ini ingin mengetahui apakah upaya pembangunan ekonomi selama ini terutama kebijakan yang diambil telah berhasil mengentaskan kemiskinan di masyarakat.
 
Siswanda selama melakukan penelitian yang didapatkan dari 415 kabupaten yang ada di seluruh Indonesia, kinerja belanja pemerintah daerah yang memiliki opini WTP dan skor Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP) yang baik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat yang dinilai dari pengeluaran per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan tingkat kemiskinan.
 
“Dana desa menjadi dana yang paling berpengaruh dalam meningkatkan pengeluaran konsumsi per kapita, IPM dan penurunan tingkat kemiskinan. Hal ini dikarenakan dana desa diberikan langsung ke rekening desa sehingga bisa dimanfaatkan langsung oleh desa dalam menjalankan kegiatan maupun program pembangunan desa. Desa menjadi lebih mandiri sehingga desentralisasi fiskal dapat berjalan secara efektif,” ujar Siswanda.
 
 
Pada ujian disertasi ini, Ferry Hadiyanto selaku oponen ahli, menanyakan isu SDGs Desa yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Hal ini sangat menarik karena apa yang menjadi isu SDGs desa sudah dibuktikan dalam disertasi Siswanda. Namun permasalahan saat ini adalah bagaimana bisa mengakselerasi kesejahteraan desa untuk mendorong SDGs.
 
Siswanda menjelaskan bahwa saat ini SDGs masih menjadi manifesto di tataran provinsi, namun apa yang dilakukan oleh Kemendes PDTT telah menjadi benchmark SDGs untuk mencapai level desa. 
 
Siswanda H. Sumarto mengabadikan foto bersama dengan para promotor setelah berhasil meraih gelar Doktor (S3) dalam sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi di Unpad, Bandung (AG Sofyan)
 
Saya juga memiliki program  bernama Peduli SDGs untuk melokalkan SDGs di tingkat desa dan juga tingkat kabupaten. Kami mendorong kabupaten untuk membuat rencana aksi pilot project untuk 10 kabupaten," ungkap suami Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP ini 
 
 
Saat ini, lanjut Siswanda, desa dan lurah- lurah memiliki akses teknologi dan pemetaan bisnis yang baik. Artinya governance di desa bisa dipacu lebih cepat. 
 
"Saya berkeyakinan jika dana desa ditambah, dampaknya akan lebih baik lagi ke depannya," tandasnya.
 
Siswanda juga memberikan saran dan masukan agar pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten perlu memperkuat tata kelola keuangan daerah dan memperbaiki akuntabilitas kinerja pemerintah melalui capacity building melalui penguatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pengembangan organisasional dan pengembangan sistem kelembagaan.***

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ULN Indonesia Triwulan II 2022 Turun Jadi Rp6.045 T

Senin, 15 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Telkom Indonesia Gelar Sharing P3DN di Kalangan BUMN

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:02 WIB

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB
X