• Kamis, 26 Mei 2022

Airlangga: Indonesia Katalis Pemulihan Ekonomi Global, Perkuat Arsitektur Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

- Minggu, 23 Januari 2022 | 13:09 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Presiden Joko Widodo siap  menjadi katalis pemulihan ekonomi global yang inklusif dalam memperkuat Arsitektur Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia (AG. Sofyan)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Presiden Joko Widodo siap menjadi katalis pemulihan ekonomi global yang inklusif dalam memperkuat Arsitektur Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia (AG. Sofyan)

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo pada pertemuan World Economic Forum (WEF) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022).
 
Airlangga mengungkapan dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menegaskan posisi Indonesia yang ingin menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global saat memegang Presidensi G20.
 
“Bapak Presiden menyampaikan kepada seluruh negara sahabat, Indonesia berusaha menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif. Terutama paska pandemi Covid-19 berakhir,” tutur Airlangga kepada suarakarya.id di Jakarta, Minggu (23/1/2022).
 
Menko senior di dua Kabinet Jokowi ini menambahkan keinginan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif dilakukan dengan mulai membenahi diri di berbagai sektor selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Misalnya, pemerintah tengah melakukan reformasi struktural di sektor ekonomi, perbaikan iklim bisnis, mendorong ekosistem investasi, mempermudah perizinan, serta memberi kepastian hukum dan menyalurkan insentif khusus bagi sektor investasi prioritas.
 
Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut investasi prioritas yang mendapat kemudahan di Indonesia pada masa pandemi saat ini ada di sektor kesehatan. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah menyampaikan kepada seluruh peserta WEF bahwa dunia membutuhkan solusi permanen untuk menghadapi permasalahan kesehatan. 
 
"Sebagai pemegang Presidensi G20, Indonesia akan memperjuangkan penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia. Bentuknya bisa jadi seperti yang dilakukan IMF seperti saat ini," tandas Airlangga.
 
Nantinya, badan ini akan memiliki tugas menggalang sumber daya kesehatan dunia, antara lain untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia, pembelian vaksin, pembelian obat-obatan, serta pembelian alat kesehatan.
 
Airlangga menuturkan, seperti pesan Presiden, badan ini nantinya juga bakal merumuskan standar protokol kesehatan global. Antara lain, mengatur perjalanan lintas batas negara, sampai standar penerapan protokol kesehatan di seluruh negara.
 
“Dalam Presidensi G20 nantinya, Indonesia menilai negara maju tidak akan keberatan untuk mendukung inisiasi ini. Sebab, ketahanan kesehatan dunia ini dibutuhkan semua negara menghadapi pandemi yang mungkin bakal terjadi setelah Covid-19,” jelas putra mendiang Menperin Ir Hartarto ini.***

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Artikel Terkait

Terkini

X