• Jumat, 7 Oktober 2022

Airlangga: Anggaran Penanganan Pandemi- Percepatan PEN Rp414 Triliun Terbukti Dorong Perekonomian Bangkit

- Selasa, 4 Januari 2022 | 23:34 WIB
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dorong percepatan dan perluasan vaksinasi anak 6-11 tahun sebagai salah satu upaya menguatkan imunitas masyarakat dan menjadikan Indonesia sehat dari Covid-19 (suarakarya.id/Sofyan)
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dorong percepatan dan perluasan vaksinasi anak 6-11 tahun sebagai salah satu upaya menguatkan imunitas masyarakat dan menjadikan Indonesia sehat dari Covid-19 (suarakarya.id/Sofyan)

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia memerlukan payung hukum yakni Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021 yang memastikan perpanjangan status pandemi Covid-19 tetap diperlukan dan dilanjutkan.

Keppres ini, ungkap Menko Airlangga menjadi dasar program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Terkait dengan keppres ini tentu harus menyesuaikan terhadap Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dimana diperlukan keppres untuk melanjutkan (penanganan) pandemi Covid-19," ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers awal tahun 2022 secara daring di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Dengan begitu pemerintah terus membuat program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional agar tetap berjalan on the right track.

Menko Airlangga mengungkapkan anggaran penanganan pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi hingga mencapai Rp 414 Triliun terbukti bisa mendorong perekonomian nasional. Anggaran yang ada ini juga bisa menjaga koefisien gini, tingkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja. Sehingga dengan demikian pemerintah berharap di kuartal keempat pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di 4,5 persen sampai 5 persen secara year on year.

"Adalah 3,7 persen sampai dengan 4 persen sehingga dengan demikian masuk di 2022 ini kita bisa mendorong front loading daripada anggaran. Itu salah satu implikasi dari keppres tersebut," ungkap menteri senior di dua kabinet Presiden Joko Widodo ini.

Perpanjang Status Pandemi

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah secara resmi memperpanjang status pandemi Covid-19 di Tanah Air. Keputusan ini ditetapkan lewat Keppres Nomor 24 Tahun 2021 yang diteken pada 31 Desember 2021.

"Pengaturan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang merupakan pandemi global menurut pernyataan World Health Organization (WHO) secara faktual masih berlangsung dan belum berakhir di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X