• Minggu, 27 November 2022

Perkuat Likuiditas, MDLN Lepas Kepemilikan Saham Astra Modern Land

- Rabu, 29 Desember 2021 | 11:55 WIB

JAKARTA: PT Modernland Realty TBK, (MDLN) pada Desember 2021 lakukan beberapa Corporate Action. Dimulai dari pelaksanaan Paparan Publik pada 10 Desember lalu, kemudian Perseroan merampungkan Restrukturisasi Global Notes, sehingga restrukturisasi menjadi efektif pada 17 Desember lalu, setelah itu disusul dengan pembukaan kembali perdagangan efek Perseroan dengan kode emiten MDLN diseluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek, Senin 20 Desember 2021.

Pada Senin, 27 Desember 2021, Perseroan melepas kepemilikan saham PT Astra Modern Land (“AML”) dengan ditandatanganinya Akta Jual Beli Saham, dimana Perseroan menjual seluruh saham milik PT Mitra Sindo Makmur (entitas anak Perseroan, “MSM”) yang mewakili 33% kepemilikan di dalam AML.

Penandatanganan dilakukan oleh David Iman Santosa selaku Direktur Utama MSM, Wibowo Muljono dan Kurniawan Kasudarman selaku Presiden Direktur dan Direktur PT Astra Land Indonesia, Nilawati Irjani dan Wibowo Muljono selaku Wakil Presiden Direktur dan Direktur PT Menara Astra, serta Kurniawan Kasudarman 
selaku kuasa yang mewakili Hongkong Land (Unicode) Investments Limited.

“Transaksi Penjualan Saham AML ini diyakini akan memberikan dampak positif pada kelangsungan bisnis dan 
likuiditas Perseroan serta entitas anak Perseroan,” ujar David Iman Santosa, Direktur PT Modernland Realty Tbk.

Menurut David Iman Santosa, melalui transaksi penjualan saham AML ini, Perseroan akan mampu meningkatkan rasio lancar (current ratio) yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan 
konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Disamping itu, dengan dilakukannya transaksi ini, kemampuan Perseroan dalam melakukan pemenuhan kewajiban pembayarannya juga akan meningkat.

Sebelumnya pada tahun 2016, AML didirikan melalui kerjasama Joint Venture antara Perseroan melalui anak usaha MSM dengan PT Astra Land Indonesia (“ALI”) dengan porsi kepemilikan 50-50 untuk mengembangkan 67 ha lahan di Jakarta Garden City dengan nilai transaksi Rp3 triliun. Selanjutnya pada tahun 2017 kepemilikan Perseroan dalam AML berubah menjadi 33%. Dimana, ALI memegang mayoritas kepemilikan yakni sebesar 67%.
Adapun proyek residensial dari AML adalah ASYA, dimana hingga tahun 2020 telah meluncurkan sejumlah flagship cluster seperti Toba Lake Villas, Semayang dan Maninjau. 

ASYA berada di dalam kawasan township Jakarta Garden City (370 ha) yang dikembangkan menjadi Global City, sebuah kawasan hunian modern terbesar dan terlengkap di Jakarta Timur. Sejak dikembangkan pertama kali pada medio 2007 silam, Jakarta Garden City telah berkembang sangat progresif dengan intensifikasi pembangunan masif, baik itu hunian, komersial, hingga fasilitas publik lainnya. Kini rumah yang sudah terbangun di Jakarta Garden City telah mencapai 3.132 unit dan sudah dihuni sebanyak 1.575 kepala keluarga (KK).

Jakarta Garden City beberapa waktu lalu secara resmi telah meluncurkan Jakarta Business District untuk mendukung pertumbuhan investasi serta merespon kebutuhan investor terhadap keberadaan pusat bisnis premium yang dinamis, fasilitas terbaik dengan lokasi strategis bernilai investasi tinggi di koridor timur Jakarta.

Selain pusat bisnis, area Jakarta Business District dengan estimasi GDV (Gross Development Value) sebesar US$ 2 Miliar ini juga terintegrasi langsung dengan premium residential area, pusat perbelanjaan AEON Mall, IKEA, area komersial, pusat pendidikan serta pusat kesehatan.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Komisi 6 DPR RI Dorong Sektor UMKM Tingkatkan Ekspor

Sabtu, 26 November 2022 | 22:26 WIB
X