• Sabtu, 20 Agustus 2022

Putkom Dorong Peningkatan Akses Pembiayaan UMKM Jabar: Aspek Utama Pengawasan-Perlindungan!

- Senin, 20 Desember 2021 | 08:25 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI/Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin dalam kunker reses memberikan sambutan pelatihan UMKM di Dapil Jabar VII
Anggota Komisi XI DPR RI/Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin dalam kunker reses memberikan sambutan pelatihan UMKM di Dapil Jabar VII

BANDUNG: Hingga triwulan III-2021, Bank Indonesia mencatat rasio penyaluran kredit bagi UMKM di Jawa Barat hanya sebesar 20,17 persen. Padahal, pemerintah menargetkan rasio penyaluran kredit kepada segmen UMKM secara nasional mencapai lebih dari 30 persen pada tahun 2024.

Untuk itu, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mendorong upaya percepatan untuk peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Jawa Barat.

“Pembiayaan UMKM di Jawa Barat memang masih rendah. Tetapi, realisasi di daerah pemilihan (dapil) saya justru lebih rendah lagi. Misalnya saja, Kabupaten Bekasi yang hanya 9,90 persen, bahkan untuk Kabupaten Karawang hanya 4,91 persen. Padahal jumlah UMKM di dapil saya mencapai sekitar 926 ribu unit usaha. Artinya, masih banyak lagi pelaku UMKM yang belum tersentuh pembiayaan dari perbankan,” ungkap Puteri dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi XI DPR RI di Kantor Regional OJK 2, Bandung Jawa Barat pada Jumat (17/12/2021).

Puteri pun mendorong perbankan untuk lebih inovatif dalam mengembangkan skema pembiayaan yang mudah, murah, terjangkau bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah pemilihannya yang mencakup Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta di Dapil Jabar VII.

“Tujuannya agar bank konvensional tidak kalah bersaing dengan pinjaman online (pinjol) atau bank emok ilegal yang menyamar sebagai koperasi. Banyak sekali kalangan ibu-ibu di dapil saya yang terjerat bank emok ilegal disertai bunga yang tinggi dengan skema tanggung renteng. Jadi, jika ada anggota peminjam dalam kelompok tersebut gagal bayar, maka anggota kelompok lainnya yang harus menanggung,” tegas Putkom, panggilan akrab Srikandi Milenial Beringin ini.

Penguatan Koperasi

Lebih lanjut, Putkom juga menilai perlunya penguatan koperasi terutama yang berbasis simpan pinjam untuk mendukung perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di pedesaan.

“Koperasi berperan penting untuk menyokong pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan akses terhadap perbankan. Tetapi, pemerintah dan otoritas terkait harus memperkuat pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan koperasi secara komprehensif agar menjamin perlindungan nasabah. Ini lantaran banyaknya kasus koperasi yang menghimpun dana masyarakat menyerupai perbankan serta menawarkan investasi berbunga tinggi (shadow banking) dan praktik pinjaman kelompok secara ilegal seperti bank emok ilegal,” urai Putkom yang pernah berkarir secara profesional di OJK RI sebelum berkiprah di jalur politik.

Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar ini meminta OJK untuk meningkatkan layanan perlindungan konsumen pada sektor jasa keuangan di Jawa Barat.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

DPR Dorong UMKM Total Manfaatkan Ruang Digital

Jumat, 19 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Rambah Kota Solo, Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:10 WIB

Deri Protocol, Produk Derivatif Terbaru di DeFi

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:40 WIB
X