• Selasa, 25 Januari 2022

Libatkan Generasi Milenial, Kementan Optimalkan Teknologi Digital

- Senin, 6 Desember 2021 | 10:43 WIB

BOGOR: Salah satu capaian Kementerian Pertanian dalam pembangunan pertanian adalah meningkatnya petani milenial dengan rentang usia 16-39 tahun. Keterlibatan generasi muda bukan tanpa alasan, semakin masifnya penerapan teknologi digital di dalam sektor pertanian Indonesia menjadi penarik minat generasi muda.

Untuk itu, Kementerian Pertanian menyiapkan langkah antisipasi dengan memaksimalkan petani muda agar dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam setiap kegiatan pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan Kementan terus berupaya mengubah wajah sektor petanian mengandalkan para petani muda dan pemanfaatan teknologi digital.

“Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini,” tutur Mentan SYL.

Mentan Syahrul pun menjelaskan naiknya jumlah pemuda di sektor pertanian di masa pandemi ini dapat menjadi momentum tepat untuk memperluas adopsi teknologi di sektor pertanian. 

Sebanyak 85,62 persen di antara mereka merupakan pengguna internet dan berpeluang menjadi early adopter dari teknologi digital di sektor pertanian.

Pada acara Milenial Agriculture Forum (MAF) bertajuk Agribisnis 4.0: Arus Baru Optimalisasi Teknologi Digital Pertanian dan Peternakan di Era Milenial Menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern, Jumat (03/11/2021), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi digital pertanian dapat menghubungkan petani langsung dengan konsumen dapat mempersingkat rantai pasok. 

Dengan demikian para petani juga dapat mengurangi ketergantungannya dengan tengkulak.

“Generasi milenial harus bisa membaca peluang pasar. Kalau anda bertani ubi, ya jangan jual ubi. Simpan dulu hasil produksi anda. Olah menjadi tepung ubi, atau keripik ubi, dan bahan olahan lainnya. Sehingga bisa menghasilkan uang yang banyak,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Kementan Perluas Pasar Dan Maksimalkan Pelatihan

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:39 WIB

Petani Dan Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:32 WIB

Rapat Kerja Bank BTN Tahun 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:08 WIB
X