• Selasa, 25 Januari 2022

Kementan Serah Terima “Strengthening Incubator Agribusiness with Human Development Project

- Rabu, 1 Desember 2021 | 14:19 WIB

LEMBANG: Sektor pertanian memiliki peran penting dan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di masa pandemi hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan yang positif, ditunjukkan dengan meningkatnya produktivitas dan ekspor produksi pertanian serta penyerapan tenaga kerja.

Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk 273 juta yang merupakan terbesar keempat di dunia. Laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49% tentunya membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar. 

Untuk itulah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, telah menetapkan 3 tujuan pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan untuk 273 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor. 

"Adapun kunci keberhasilan peningkatan produksi komoditas pertanian adalah peningkatan produktivitas melalui dukungan sarana, prasarana, inovasi teknologi, regulasi dan SDM Pertanian yang kompeten,” kata Mentan SYL.

Dijelaskan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, teknologi Pertanian dan SDM pertanian merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 

"Teknologi pertanian modern dicirikan lebih cepat, produktivitas tinggi dan memanfaatkan teknologi Informasi. Teknologi pertanian modern inilah yang harus sampai ke petani melalui peran para penyuluh pertanian,” kata Dedi pada Acara Serah Terima “Strengthening Incubator Agribusiness with Human Development Project” di BBPP Lembang, Rabu (01/12/2021)

"Serah terima project ini memberi manfaat bagi petani dan masyarakat Bandung Raya, para Widyaiswara, Dosen, Penyuluh, Mahasiswa dan para pengusaha dan petani milenial yang mendapat kesempatan untuk belajar melakukan bisnis di bidang komoditas hortikultura modern menggunakan fasilititas dan metode pelatihan yang dikembangkan oleh Expert TTM dan Widyaiswara BBPP Lembang,” kata Dedi. 

Guna mendukung pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern, Kementan kembangkan  fasilitas project berupa Smart Automatic Green House dan Modern Packing House. Fasilitas itu telah menjadi icon yang menarik minat peserta pelatihan, mahasiswa, dosen, petani dan pengusaha milenial serta masyarakat sebagai sarana pembelajaran/pelatihan berbasis inovasi dan teknologi masa kini, bagaimana seharusnya tahapan budidaya, pascapanen dan pengolahan hasil pertanian itu dilakukan, sesuai dengan SOP dan standar internasional .

Teknologi yang dikenalkan adalah pertanian presisi/smart farming yaitu: 1) Pertanian rendah biaya berpotensi meningkatkan margin keuntungan petani, 2) Efisiensi dalam penggunaan air, pupuk dan pestisida memungkinkan keberlanjutan produksi hasil pertanian yang aman dan sehat.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

Kementan Perluas Pasar Dan Maksimalkan Pelatihan

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:39 WIB

Petani Dan Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:32 WIB

Rapat Kerja Bank BTN Tahun 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:08 WIB
X