• Selasa, 25 Januari 2022

Milenial Siap Jadi Katalisator Transformasi Pertanian Modern

- Rabu, 1 Desember 2021 | 14:15 WIB

LEMBANG: Kementerian Pertanian memaksimalkan smart farming. Petani milenial menjadi ujung tombak dalam pengembangan smart farming tersebut. Untuk mendukung itu, Kementan, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Institut Pertanian Bogor, menggelar pelatihan Agribisnis Modern berbasis Smart Farming, yang telah memasuki penghujung acara, Rabu (1/12/2021). 

Pelatihan pertanian berbasis smart farming pertama yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani muda dalam memanfaatkan internet of thing untuk melakukan berbagai aktivitas di lahan. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Kementan senantiasa mendukung para petani millenial untuk maju dam memgembangkan sektor pertanian. 

"Masa depan pertanian ada di tangan generasi milenial, terutama dalam menciptakan Indonesia lumbung pangan dunia 2045," katanya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan hal serupa.

"Teknologi Pertanian dan SDM pertanian merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain," katanya.

Menurutnya, teknologi pertanian modern dicirikan lebih cepat, produktivitas tinggi dan memanfaatkan teknologi Informasi. Teknologi pertanian modern inilah yang harus sampai ke petani. 

"Saya berharap di masa datang kita dapat tetap memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam pembangunan SDM Pertanian melalui penggunaan teknologi pertanian modern yang saling menguntungkan,” tutur Dedi. 

Sistem smart farming mempercepat dan mempermudah aktivitas yang dapat dilakukan dengan jarak jauh. 

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

Kementan Perluas Pasar Dan Maksimalkan Pelatihan

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:39 WIB

Petani Dan Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:32 WIB

Rapat Kerja Bank BTN Tahun 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:08 WIB
X