• Minggu, 26 Juni 2022

Kemenperin Optimalkan Peran Industri Nasional Dalam Rantai Pasok Global

- Jumat, 5 November 2021 | 22:24 WIB
Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto
Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto

JAKARTA: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu industri dalam negeri bisa lebih berdaya saing sehingga dapat berperan secara maksimal terhadap bagian dari rantai pasok global. Hal ini sejalan dengan strategi pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Guna mencapai sasaran tersebut, perlu upaya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Kemitraan ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan integrasi produk manufaktur Indonesia ke dalam global value chain," ujar Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Dirjen KPAII menyampaikan, guna mendukung integrasi pelaku industri ke dalam jejaring rantai pasok global, Kemenperin telah menjalin sinergi dengan berbagai pihak seperti lembaga internasional yang memiliki network, kompetensi, pemahaman pasar.

Di antaranya dengan CBI Belanda, SIPPO Swiss, dan IPD Jerman. Dirjen Eko juga optimis, dengan semakin berdaya saingnya sektor industri, Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia.

"Making Indonesia 4.0 punya aspirasi besar, yakni menjadikan Indonesia masuk dalam Top 10 Global Economy pada tahun 2030," ungkapnya.

Menuju target tersebut, lanjut Eko, sektor industri di tanah air terus berusaha keras untuk mencapai kinerja yang gemilang. Misalnya, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2021 sebesar 7,07% (y-o-y), tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

“Salah satu penopang utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi itu adalah pertumbuhan sektor manufaktur nonmigas yang mencapai 6,91%," jelas Eko.

Adapun lima sektor industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri alat angkut, industri logam dasar, industri mesin dan peralatan, industri karet, produk karet dan produk plastik, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X