• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kinerjanya Ciamik, Industri Kosmetik Brand WardahTerapkan Prokes Secara Apik

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 07:37 WIB
Menperin AGK bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin mendampingi Menkormarinves Luhut B Panjaitan meninjau keberlangsungan produksi industri kosmetika
Menperin AGK bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin mendampingi Menkormarinves Luhut B Panjaitan meninjau keberlangsungan produksi industri kosmetika

“Kami memberikan apresiasi kepada adalah PT Paragon Technology and Innovation, sebagai salah satu industri kritikal yang telah menerapkan prokesnya sangat baik sesuai laporan IOMKI yang disampaikan ke Kemenperin. Pada laporan IOMKI periode pelaporan 3-5 Agustus 2021 dinyatakan tidak ada karyawan yang terpapar Covid-19,” ungkap Menperin AGK.

Di samping itu, Menperin juga angkat topi kepada PT Paragon Technology Indonesia atas inovasi dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Ini salah satu perusahaan kosmetik milik anak bangsa yang 100% PMDN dan bisa dikatakan sebagai pionir bagi produk kosmetika halal di Indonesia. Semoga bisa menginspirasi perusahaan lain untuk membuat produk serupa,” tuturnya.

Menperin mengemukakan, industri wellness merupakan sektor industri yang tumbuh dan berkembang seiring gaya hidup masyarakat.

"Sebab, pada kuartal II-2021, sektor industri kimia, farmasi dan obat tradisional dapat tumbuh gemilang sebesar 9,15% di tengah masa pandemi,” ungkapnya.

Itu juga karena PT Paragon Technology and Innovation merupakan salah satu potensi industri kosmetik lokal yang mampu berdaya saing di kancah global. Perusahaan dengan kapasitas terpasang sebesar 7.700 ton per tahun ini telah menembus pasar ekspor.

“Potensi pasar global produk kosmetik mencapai USD569 Miliar pada tahun 2020. Sekarang pabrik ini telah berhasil memasuki pasar ekspor ke negara Malaysia, Timur Tengah dan lain-lain. Pada tahun 2020, perusahaan telah mengekspor produk kosmetik dan perawatan wajah dengan merek Wardah senilai Rp22,9 Miliar,” tutur Menteri Kabinet Jokowi dari Golkar ini.

Menperin berharap PT Paragon Technology and Innovation terus berinovasi sehingga dapat memanfaatkan PP No. 45 Tahun 2019 tentang pemberian insentif super tax deduction untuk vokasi sebesar 200% maupun inovasi 300%.

"Diharapkan, dengan adanya fasilitas insentif fiskal ini, semakin banyak industri kosmetik yang melakukan inovasi baik di produk maupun bahan baku kosmetik sehingga menjadi lebih beragam serta pada akhirnya menurunkan ketergantungan impor produk dan bahan baku kosmetik dan meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Founder PT Paragon Technology and Innovation, menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan oleh Paragon dinilai holistik sehingga dapat menjaga Paragonian (karyawan), masyarakat sekitar hingga masyarakat Indonesia secara luas untuk terjaga dan segera pulih dari dampak-dampak pandemi. Beberapa upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk pencegahan Covid-19, antara lain adaptasi pola kerja, penyesuaian infrastruktur untuk menjaga protokol kesehatan, testing rutin dan adanya sistem tracing, serta memfasilitasi dan mendorong Paragonian dan keluarga untuk melakukan vaksinasi.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

DPR Dorong UMKM Total Manfaatkan Ruang Digital

Jumat, 19 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Rambah Kota Solo, Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:10 WIB

Deri Protocol, Produk Derivatif Terbaru di DeFi

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:40 WIB
X