• Sabtu, 13 Agustus 2022

Lewat Anugerah BBI 2020, Kemenperin Mau Ada Peningkatan Kualitas Produksi

- Senin, 23 November 2020 | 14:33 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

JAKARTA: Guna memberikan penghargaan kepada pelaku ekonomi kreatif atas upayanya dalam berkarya, berinovasi dan bertransformasi, Pemerintah melalui Kemenperin akan menyelenggarakan Anugerah Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2020.

Anugerah BBI 2020 diharapkan menjadi motivasi bagi para pelaku untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya. 

Gelaran yang akan diselenggarakan pada 6 Desember 2020 mendatang mengusung 11 kategori penghargaan, yaitu fesyen, kriya, kuliner, manufaktur, aplikasi, game, musik, kecantikan dan kebugaran, serta event. Selanjutnya, akan dipilih Top 3 peserta untuk masing-masing kategori. 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menilai, kualitas dari produk-produk dalam program BBI semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari originalitas ide, produk yang mengusung kearifan lokal, serta inovasi, dampak dan manfaat dari poduk tersebut, dengan tetap memperhatikan dan menerapkan standar dan kualitas produk. 

"Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi unsur penting dari produk tersebut,” ungkap Gati yang menjadi salah satu anggota dewan juri untuk Anugerah BBI 2020, Senin (23/11/2020) di Jakarta.

Kemenperin sangat menyambut baik dan mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang menunjukkan gotong royong antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha dengan belanja produk dalam negeri, utamanya produk IKM, secara digital. 

Sebagai bentuk dukungan, Kemenperin melaksanakan kampanye dengan tema #SemuanyaAdaDisini yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-15 Juli 2020. 

Kampanye tersebut membawa pesan utama bahwa industri nasional telah mampu menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. 

Selanjutnya, #SemuanyaAdaDisini secara strategis disinergikan dengan program e-Smart IKM, sebuah program digitalisasi IKM yang telah dilaksanakan Kemenperin sejak tahun 2017.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB

PJB Tanam 5000 Pohon Balangeran di Event HKAN

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:42 WIB
X