• Minggu, 3 Juli 2022

PSBB Lagi, CORE Sebut Akhir Tahun Kredit Bisa Terhenti

- Kamis, 10 September 2020 | 16:13 WIB
ilustrasi kredit perbankan.
ilustrasi kredit perbankan.

JAKARTA: Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah, menilai penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berdampak besar terhadap perekonomian, tidak saja di Jakarta, namun seluruh Infonesia.

"Ekonomi akan benar-benar kembali terpuruk, penyaluran kredit akan kembali terhenti," katanya, Kamis (10/8/2020), menanggapi keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB di Jakarta.

Piter menyebutkan pada masa PSBB transisi, perekonomian sudah bergerak kembali meskipun masih sangat terbatas. Hal ini terlihat dari mulai tumbuhnya penyaluran kredit karena didorong likuiditas dari pemerintah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyaluran kredit pada Juli 2020 mencapai 1,53 persen atau tumbuh membaik dibandingkan Juni 2020 sebesar 1,49 persen.

"Tanpa pengetatan PSBB, resesi sudah diyakini akan terjadi, apalagi dengan PSBB," ucapnya.

Piter mengakui pertumbuhan kredit cenderung melambat ketika penerapan kebijakan PSBB yang dimulai April. Pertumbuhan kredit pada Mei 2020 sebesar 3,04 persen atau lebih rendah dari April 2020 sebesar 5,73 persen.

"Pertanyaannya akan berapa lama pengetatan ini berlangsung? Kalau lama misal hingga akhir tahun dampaknya akan besar, ekonomi akan benar-benar kembali terpuruk. Penyaluran kredit akan kembali terhenti," ucap dia.

Meski tekanan kredit meningkat, Piter, seperti dikutip republika, memperkirakan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dapat diredam dengan kebijakan restrukturisasi kredit.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa penanggulangan wabah harus diutamakan dan tidak bisa ditawar. "Semoga dengan pengetatan PSBB jumlah kasus Covid-19 bisa melandai," kata dia. ***

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

X