• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kemenperin Sebut Teknologi AI Mampu Dorong Produktivitas Industri

- Jumat, 21 Agustus 2020 | 14:07 WIB
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

"Salah satu strateginya adalah mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti AI agar bisa menghasilkan inovasi," kata dIa.

Disebutkan menciptakan inovasi itu harus dimulai dengan memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi modern, sehingga bisa mewujudkan peningkatan nilai tambah dan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini perlu didukung melalui kegiatan riset.

Terkait riset dan inovasi, Taufiek membagi menjadi dua bagian, yakni riset untuk riset dan riset untuk industri. 

“Kami lebih fokus pada riset untuk membangun ekonomi. Pasalnya, dengan menggunakan teknologi AI dapat meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja serta meningkatkan skill sehingga ekspor dan PDB ikut naik, yang juga berpengaruh pada peningkatan pajak,” tandasnya. 

Taufiek optimistis, apabila industri 4.0 terimplementasi dengan baik di sektor manufaktur, Indonesia akan menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030 sesuai aspirasi besar Making Indonesia 4.0. 

Selain itu, Indonesia juga mempunyai cita-cita besar untuk menjadi negara penghasilan tinggi (high income country) pada tahun 2045 bertepatan dengan perayaan 100 tahun hari kemerdekaan.

“Tentunya percepatan sasaran itu perlu ditopang dengan kesiapan dari sektor industri dan dibutuhkan SDM yang kompeten,” tuturnya. Oleh karena itu, Kemenperin juga memprioritaskan pengembangan SDM yang dibutuhkan oleh sektor manufaktur di era Industri 4.0. Harus donk! ***

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB

PJB Tanam 5000 Pohon Balangeran di Event HKAN

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:42 WIB
X