• Senin, 15 Agustus 2022

Genjot Diversifikasi Pangan, Kementan Target Konsumsi Beras Turun 7 Persen

- Rabu, 15 Juli 2020 | 12:43 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi.

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penurunan konsumsi beras nasional hingga lima tahun ke depan sebesar 7 persen. Penurunan itu diupayakan agar masyarakat dapat beralih ke komoditas pangan lokal lainnya yang mulai mendapatkan perhatian pemerintah.

Mengutip data Kementan, khusus tahun 2020 rata-rata konsumsi beras diperkirakan turun ke posisi 92,9 per kg per kapita per tahun dari posisi tahun lalu sebesar 94,9 per kg per kapita per tahun. Hingga tahun 2024 mendatang, ditargetkan konsumsi beras sudah turun 7 persen ke posisi 85 per kg per kapita per tahun.

Penurunan itu setara 1,77 juta ton senilai Rp 17,78 triliun. Namun dengan catatan, penurunan konsumsi beras dicapai melalui intervensi dari pemerintah. Tanpa intervensi, turunnya konsumsi beras hanya mampu mencapai posisi 91,2 per kg per kapita per tahun.

"Kami targetkan ada satu penurunan pangan beras kita dan itu harus diikuti dengan kenaikan konsumsi pangan lokalnya," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi Rabu (15/7/2020).

Agung menuturkan, negara-negara lain juga terus mengalami penurunan konsumsi beras. Sebagai gambaran, Thailand saat ini berada di kisaran 80 kg per kapita per tahun, Jepang 60 per kg per kapita per tahun. Karena itu, menurunkan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal menjadi keharusan bagi Indonesia.

Berdasarkan pemetaan setidaknya terdapat 6 komoditas pangan lokal yang diandalkan. Yakni jagung, pisang, ubi kayu, kentang, sagu, dan talas. Keenam komoditas itu kurun waktu 2015-2019 mengalami stagnasi konsumsi. Sementara, tren produksi perlahan meningkat.

Berkaca dari kondisi tersebut, Agung menilai masih terdapat kesempatan besar untuk menaikkan konsumsi terhadap komoditas pangan lokal. "Sebenarnya (komoditas) ini bukan hal yang baru, karena itu sudah menjadi alternatif pangan pokok dan sudah diterima masyarakat," katanya.

Karena itu, seiring target penurunan konsumsi beras 7 persen, wajib diikuti dengan kenaikan 6 komoditas itu sebesar 7 persen pula. 

Kementan, kata Agung, juga sudah menyiapkan peta jalan diversifikasi pangan 2020-24 untuk meningkatkan produksi enam komoditas tersebut.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:02 WIB

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X