logo

Kembangkan Produktivitas, Pengelola Kopi Gunungsitoli Perlu Bentuk BUMDes Bersama

Kembangkan Produktivitas, Pengelola Kopi Gunungsitoli Perlu Bentuk BUMDes Bersama

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri) didampingi istri, Riri Sandjojo (tengah) cicipi kopi di Festival Kopi Nusantara. (foto,ist)
14 September 2019 01:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - GUNUNGSITOLI: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Pembangunan Daerah Tertinggal menggelar Festival Kopi Nusantara dalam rangka mendukung Sail Nias 2019, di Taman Ya'ahowu, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut).

Pada kesempatan itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo didampingi istri, Riri Sandjojo, berkesempatan menghadiri salah satu booth di Taman Ya'ahowu, Kota Gunungsitoli, pada Jumat (13/9/2019).

Hadir pula Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Eko Sri Haryanto dan Wakil Walikota Gunungsitoli.  

Rombongan mengunjungi setidaknya ada 20 booth yang menyajikan kopi nusantara. Mendes PDTT antusias mencicipi beragam kopi yang dihadirkan. Menurut dia, perlu terus ditingkatkan terkait kualitas kopi, pentingnya pelatihan dan pendampingan yang dilakukan.

Untuk menjaga kualitas dan memperhatikan proses. "Salah satunya kopi dari Pemalang ini menarik, adanya kerja sama antara beberapa desa, membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama mengelola kopi yang dihasilkan dari desa," tuturnya.

Dijelaskannya, mereka ada dari divisi penanamannya, pasca panennya, pengelolaannya, sampai marketingnya.odel seperti ini,imbuhnua, bisa ditularkan ke daerah-daerah lain.

Mendes PDTT berpesan pada pengelola BUMDes Bersama di Pemalang ini untuk membagi pengalamannya dan bertukar pikiran. "Kopi dari BUMDes Bersama Pulosari Jaya dari Pemalang ini sekarang sudah di export lebih dari 5 ton per bulan ke berbagai negara. Pak Eriex (Founder D'Java Slamet sekaligus pendamping BUMDes Bersama di Pemalang) lebih baik di share pengalamanya dalam pengelolaan kopi ini, saya yakin di Nias dan daerah-daerah di Indonesia bisa," pesannya.

Editor : B Sadono Priyo