logo

Asuransi Astra Revitalisasi PAUD Anak Berkebutuhan Khusus di Eks Lokalisasi Dolly

   Asuransi Astra Revitalisasi PAUD Anak Berkebutuhan Khusus di Eks Lokalisasi Dolly

12 September 2019 19:05 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Asuransi Astra melakukan revitalisasi sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di kawasan eks lokalisasi Dolly. Program yang menggunakan anggaran Corporate Social Resnponsibility (CSR) itu diharapkan bisa membuat suasana belajar yang lebih nyaman bagi puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Bunda dan kelompok belajar tersebut.

Menurut Kepala Cabang Asuransi Astra Cabang Surabaya, Harris Halim, pihaknya sengaja memilih PAUD tersebut karena memahami betul kondisi lingkungan Dolly, yang kebetulan dekat dengan kantornya di jalan Diponegoro Surabaya. "Tempat yang dijadikan PAUD ini merupakan bekas salah satu wisma prostitusi Dolly, yang kini sudah dikuasai Pemkot Surabaya," ujarnya, Kamis (12/9/2019).

Para siswa berkebutuhan khusus yang mencapai 31 anak itu, kata dia, mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Pihaknya berharap, PAUD dan kelompok belajar yang dikelola 5 pengajar itu bisa mencetak generasi muda yang lebih mandiri.

Program revitalisasi sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan itu, dilakukan dengan cara pengecatan seluruh bangunan agar terlihat lebih bersahabat dengan anak. Pihaknya juga membuat gambar-gambar menarik agar bisa menumbuhkan semangat belajar, termasuk melakukan perbaikan pintu, pembuatan rolling door, pemberian alat tulis, dan sebagainya.

Kegiatan CSR itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Asuransi Astra ke 63. Even bernuansa pendidikan itu dilakukan serentak di 25 cabang di seluruh Indonesia.

Pada bagian lain, Kasi Perekonomian Kecamatan Sawahan, Abdul Bari, yang membawahi kawasan tersebut berharap, dukungan pihak swasta seperti ini, berdampak positif untuk mensejahterakan warga yang tinggal di kawasan bekas lokalisasi terbesar se Asia Tenggara tersebut. "Ini bukti nyata, bahwa perusahaan swasta juga tertarik untuk ikut membenahi Dolly," ujarnya.

Beragam upaya, kata dia, sudah dilakukan Pemkot Surabaya untuk mensejahterakan warga eks lokalisasi tersebut. Dia kemudian menyebutkan banyaknya warga setempat yang disalurkan bekerja di pabrik atau menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemkot Surabaya.

Dia juga menyebutkan tentang pengoperasian sentra industri sandal hotel yang kini terus dikembangkan Pemkot Surabaya. Bahkan saat ini, pihaknya mengaku rutin mamasok kebutuhan sandal untuk 52 hotel yang ada di Surabaya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto