logo

Monumen Ainun-Habibie Di Kota Parepare

Monumen Ainun-Habibie Di Kota Parepare

Sejumlah pengunjung berfoto berlatarbelakang patung Habibie-Ainun yang berada di sudut Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (11/9/2019) malam. (Foto: Antara)
12 September 2019 06:04 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - MAKASSAR: Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan menyimpan banyak kenangan terhadap sosok kharismatik Bacharuddin Jusuf Habibie. Pemerintah Kota setempat memberikan penghormatan dengan membangunkannya monumen sebagai kota kelahiran Presiden ke-3 Indonesia itu.

Monumen tersebut dinamai 'Cinta Sejati Habibie-Ainun' berikut bangunan patung, yang keduanya berdiri kokoh di tengah pusat kota setempat, tepatnya di sudut Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare.

Patung tersebut dibangun pada tahun 2015 sebagai kado mengenang pernikahan Habibie dengan Ainun yang ke-53 tahun. Bahkan peresmian monumen itu langsung dihadiri BJ Habibie beserta keluarganya.

Selain itu, sosok BJ Habibie telah menjadi salah satu tokoh yang diidolakan masyarakat terkhusus di Kota Parepare. Masyarakat sangat menghormati tokoh bangsa tersebut.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Rabu malam (11/9/2019) mengatakan pembangunan monumen 'Cinta Sejati Habibie-Ainun untuk mengenang kisah cinta BJ Habibie dan almarhum istrinya.

Tidak sampai di situ, monumen ini diyakini dapat menularkan kisah cinta keduanya kepada generasi muda dan masa akan datang, tentang arti komitmen dan kesetiaan kepada pasangannya.

"Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi kita dengan komitmennya untuk pasangan hidup kita. Patung monumen ini sebagai simbol keabadian cinta dan kasih," papar Taufan seperti dikutip Antara.

Sosok BJ Habibie bukan hanya dikenal di Indonesia, tapi pengaruhnya banyak dikenang dan diingat masyarakat dunia. Hal itu, karena kecerdasan dan kepintarannya diakui dunia bahkan saat menjabat sebagai presiden orang sangat menghargai juga menghormatinya.

"Sebagai masyarakat Pare-pare khususnya, seluruh bangsa Indonesia secara umum mari kita sama sama berdoa agar perjalan bapak BJ Habibie dimudahkan serta dilapangkan dan diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT," ucapnya.

Almarhum BJ Habibie lahir di Kota Parepare pada 25 Juni 1936 dengan meninggalkan dua orang anak Ilham Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Istrinya Ainun Besari, lebih dulu meninggal pada tahun 2010 di usia 72 tahun. Rencananya almarhum akan dikebumikan di samping makam istrinya.

Sebelumnya, almarhum berjuang melawan sakitnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. BJ Habibie mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 18.05 WIB.

Atas kepulangan Presiden ketiga RI itu, Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara telah mengeluarkan surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 perihal Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional. Terbitnya surat itu, untuk memberikan penghormatan kepada putra terbaik bangsa,  Bacharuddin Jusuf Habibie. 

         Duka Kita Semua

Menerima kabar duka Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie wafat, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe menyampaikan rasa duka mendalam dan ikut berbelasungkawa atas musibah itu.

"Saat peresmian Monumen Cinta Sejati Habibie Aninun tahun 2015 lalu, dia (BJ Habibie) mengganti nama saya menjadi Taufan Dahsyat" kenangnya kepada wartawan, Rabu malam.

Masyarakat Kota Parepare juga merasakan duka mendengar kabar BJ Habibie wafat di RSPAD Gatoto Subroto, Jakarta.

Taufan juga merasa kehilangan sosok yang dia jadikan sebagai inspirasi saat membangun Parepare, baik dari segi infrastuktur maupun karakter kota.

Wali Kota dua periode ini mengajak seluruh masyarakat Kota Pare-pare dan seluruh warga Indonesia untuk mendoakan almarhum BJ Habibie.

"Sebagai masyarakat, pemerintah dan pribadi, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan beliau semoga diberi tempat yang paling layak di sisiNya dan semoga bentuk pengabdiannya bagi negeri dan bangsa di negeri ini menjadi amal jariah," tuturnya.

Ia menambahkan wafatnya Bapak Demokrasi Bangsa dan seorang tokoh kemajuan teknologi menjadi duka Indonesia karena kehilangan orang yang menjadi kebanggaan Indonesia dan di mata dunia.

"Duka ini duka kita semua, dan saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan yang mendalam bagi masyarakat Kota Parepare," katanya

Taufan sempat menceritakan kedekatannya dengan BJ Habibie baik itu dalam perbincangan biasa maupun melalui pesan media sosial untuk saling tukar informasi mengenai pembangunan Kota Parepare yang menjadi kota kelahirannya.

"Beliau setiap saat mengirimkan saya gambar dan kata-kata yang bisa menginspirasi melalui pesan whatsApp. Saya dengan Bapak BJ Habibie sering saling tukar informasi mengenai pembangunan Kota Parepare, terakhir ia kirimkan saya pesan bulan Agustus, beberapa hari setelah masuk di rumah sakit," ungkapnya.***