logo

Jangan Dilupakan Habibienomics

Jangan Dilupakan Habibienomics

Istimewa
12 September 2019 04:13 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id -  JAKARTA:Wafatnya presiden ketiga RI, BJ Habibie menyisakan berbagai pemikiran yang tertuang dalam konsep yang dapat disebut sebagai Habibienomics yang layak diteladani, antara lain adalah pentingnya penguasaan teknologi dalam membangkitkan industrialisasi sektor ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu malam (11/9/2019) sepakat bahwa impian Habibie untuk tidak hanya alih teknologi, tetapi menggunakannya guna mengembangkan industrialisasi di berbagai sektor perekonomian, perlu untuk jadi semangat bagi pemerintahan sekarang.

"Karena tanpa menguasai teknologi dan tanpa kemampuan mengembangkan teknologi, tidak akan mungkin kita bisa menjadi bangsa yang maju," kata Rachmi Hertanti.

Rachmi menegaskan, impian Habibie perlu untuk diteladani sehingga ke depan Indonesia harus selalu mendorong penguatan industrialisasi dengan melakukan pengembangan dan penguasaan teknologi.

Untuk itu, ujar dia, riset dan pengembangan termasuk juga kewajiban transfer teknologi untuk dapat diadopsi dalam industri lokal perlu untuk menjadi prasyarat utama dari kebijakan yang terkait hal tersebut.

BPPT Kehilangan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia telah kehilangan bapak teknologi yakni Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, yang meninggal pada Rabu sore.

"Kita turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Pak Habibie, semoga beliau wafat husnul khotimah dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," kata Kepala BPPT Hammam Riza kepada Antara, Jakarta, Rabu malam.

Hammam menuturkan semua pihak telah mendoakan untuk kesehatan Habibie, serta mengupayakan berbagai tindakan medis, namun meninggalnya Habibie memang sudah menjadi kehendak Tuhan.

"Bagi kami yang merupakan anak dan cucu intelektual Pak Habibie merasa kehilangan beliau," ujarnya.

Dia menuturkan 41 tahun lalu, Habibie menjadi pendiri dari BPPT dan berusaha meningkatkan kemampuan Indonesia dalam hal pengkajian dan penerapan teknologi.

"Kami kehilangan seorang bapak teknologi, eyang Habibie, yang juga adalah idola bagi kami semua, dan menjadi orang tua, pimpinan serta sahabat kami. Kami sungguh kehilangan beliau," ujar Hammam.

Hammam menuturkan belum lama dia bertemu dengan Habibie untuk berkonsultasi dan mendapatkan nasehat bagi kemajuan BPPT dalam berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa