logo

Anies Bakal Gratiskan Retribusi GOR Untuk 10 Cabor Dipertandingkan Di POPNAS

Anies Bakal Gratiskan Retribusi GOR Untuk 10 Cabor Dipertandingkan Di POPNAS

Asesmenpora Gatot Dewobroto ( nomor tiga dari kiri.) fose bersama Sekretarus Umum KONI DKI Djamran ( kedua dari kanan) dan sekretaris Dispora DKi Asep Saifudin(ketiga dari kanan) dan panitia diskusi di Grand Cempaka, Rabu (11/9/2019).
11 September 2019 15:54 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 188 tahun 2019 tentang Pemanfaatkan Gelanggang Olahraga (GOR) dan venue-venue Untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019.

Pembebasan retribusi GOR untuk itu untuk membantu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) setelah Papua melempar "handuk putih" membatalkan kesediaan menjadi tuan rumah pesta olahraga pelajar nasional ini.

"Pak Gubernur Anies telah menerbitkan Pergub No 188 tahun 2019, untuk membebaskan retribusi GOR dan venue olahraga yang dipergunakan untuk POPNAS," kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Asep Syaefudin kepada wartawan usai diskusi menakar kesiapan DKI menjadi penyelenggara POPNAS 2019.

Menurut Asep, Pemprov DKI tidak bisa menjadi tuan rumah POPNAS karena anggaran tidak bisa digunakan dari APBD.

" Sebab, saat APBD sudah ketok palu, baru ada pemberitahuan mundurnya Papua," ujar Asep. Sementara itu, sebanyak 10 cabang olahraga akan dipertandingkan di ajang POPNAS XV. Yang akan dihelat pekan pertama Bulan November tahun ini di Jakarta.

Hal itu diungkapkan Sesmenpora Gatot Dewabroto saat menjadi nara sumber acara Forum Diskusi PWI Jaya yang digelar oleh SIWO PWI Jaya, dan bekerja sama dengan KONI DKI, di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Dalam acara diskusi yang mengangkat tema Menakar Kesiapan DKI Jakarta sebagai tuan rumah POPNAS XV/2019, Sesmenpora menyebutkan 10 Cabor yang akan dimainkan adalah sembilan cabor sudah tetap yakni Atletik, Renang, Bulu tangkis, Basket, Voli, Pencak Silat, Sepak Takraw, Tenis Lapangan, Tenis Meja. Satu cabang lagi belum diputuskan antara Sepakbola, Taekwondo dan Dayung.

"Jika ditanya Sepakbola kenapa, karena sebelum POPNAS ada turnamen sepakbola antar PPLP. Di mana peserta sama dengan POPNAS 2019. Sehingga jika sepakbola tidak ada maka penggantinya antara Dayung atau Taekwondo. Namun itu semua tergantung arahan dari Menpora." ujar Gatot.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah DKI yang sudah mau menjadi tuan rumah POPNAS.

"Seharusnya POPNAS 2019 digelar di Papua. Namun Papua kemudian lempar handuk putih, mereka kesulitan keuangan dan hanya fokus persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 saja," ucapnya.

"Terima kasih untuk Pemprov DKI yang bergerak cepat dan bersedia menyelamatkan POPNAS 2019. Dalam POPNAS nanti anggaran memang dari Kemenpora untuk menggelar 10 Cabor biayanya sekitar 36,8 milyar rupiah.

DKI Jakarta membantu penyediaan venue pertandingan yang tidak dikenakan biaya untuk digunakan pada POPNAS 2019." katanya.

Pemerintah merasa perlu menggelar POPNAS 2019, karena selain daerah sudah melakukan persiapan. Ajang ini pembinaan untuk atlet muda.

"Ini ajang pembinaan, di kelompok usia ini Kita mampu bersaing di level internasional. Terbukti di Asean Schools Games kemarin di Semarang kita juara umum." Asep Saepudin yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut mengatakan,

"Kita dukung pemerintah pusat, demi pembinaan atlet muda Indonesia. Apalagi Gubernur kita sudah menyatakan dukungan. Kita bantu tidak hanya tempat atau venue pertandingan saja, namun termasuk isinya. Apa yang jadi keputusan pusat dan Gubernur DKI kita ikut dukung," kata Asep.

Sekretaris Umum KONI Provinsi DKI, Djamran mendukung gelaran POPNAS 2019 di Jakarta. "Ini agenda nasional yang sudah rutin, dan kita mampu bersaing di tingkat internasional untuk kategori ini. Apalagi daerah sudah enak persiapan, kalau batal mereka akan kecewa," kata Djamran.

Editor : Yon Parjiyono