logo

Operasi Pasar Cabai Mampu Tekan Inflasi Di Kota Solo

Operasi Pasar Cabai Mampu Tekan Inflasi Di Kota Solo

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Bambang Pramono
10 September 2019 22:34 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Operasi Pasar (OP) yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo dinilai efektif mengendalikan inflasi. Terutama OP cabai yang mampu menurunkan harga komoditas tersebut yang sempat melambung.

"OP cabai mampu menurunkan harga. Dari yang sebelum OP sebesar Rp75.000 /kg turun menjadi Rp60.000 /kg bahkan sampai Rp50.000 /kg," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Bambang Pramono, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/9/2019).

Upaya TPID dalam pengendalian inflasi di daerah tersebut dinilai efektif. Setelah bulan Juli inflasi di Kota Solo mencapai 0,38 persen, bulan Agustus terjadi deflasi 0,16 persen.

Menurut Bambang, deflasi bulan Agustus disebabkan berkurangnya tekanan harga pada komoditas cabai. Terutama untuk cabai rawit merah dan hijau.

"Kelompok volatile food masih menjadi masalah dan komoditas cabai menjadi salah satu sumber utama. Hal ini terjadi akibat elnino yang berkepanjangan," jelasnya lagi.

Meskipun terjadi penurunan inflasi pada bulan Agustus, tapi secara year on year (yoy) inflasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Inflasi yoy Kota Solo pada bulan Agustus 2019 sebesar 3,09 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yaitu 2,45 persen.

Bambang memperkirakan inflasi hingga akhir tahun 2019, berpotensi lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018.

"Untuk menekan inflasi kami terus berkomunikasi dengan TPID untuk bersama-sama mengendalikan inflasi. Salah satunya melalui sosialisasi dari sisi konsumsi masyarakat," katanya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto