logo

Program PIID-PEL Mendorong Desa Berinovasi Guna Meningkatkan Perekonomian

 Program PIID-PEL Mendorong Desa  Berinovasi Guna Meningkatkan Perekonomian

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi. (foto,ist
09 September 2019 22:37 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa - Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dinilai sudah menghasilkan satu aktivitas ekonomi produktif yang bermanfaat di perdesaan. Untuk itulah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui program PIID-PEL mendorong tiap desa, untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian di desa.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi, saat membuka acara Rapat Koordinasi Regional Program Inkubasi Inovasi Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal tahun angaran 2019 di Jakarta, Senin (9//9/2019).

Menurut dia, dengan inovasi sebuah organisasi bisa bertahan dan kompetitif, itu sebabnya kenapa inovasi diangkat sebagai pintu masuk perbaikan. "Inkubasi inovasi desa membentuk pilot-pilot yang terkontrol dalam sebuah sistem yang diharapkan pilot-pilot ini menjadi rujukan bagi desa-desa yang nanti akan mengembangkan program inovasi desa," tuturbya.

Sekjen Kemendes menjelaskan, ada ruang untuk inovasi bisa berkembang, melalui satu wadah yaitu bursa inovasi desa yang merupakan arena dari desa-desa. Untuk menampilkan buah karya kreativitas dari yang dihasilkan.

"Sudah lebih dari 13.000 jenis inovasi di reflikasi di tempat lain dan di dokumentasikan. Sehingga bisa jadi show case/percontohan di tempat lain," ungkapnya.

Sejalan dengan arah penggunaan dana desa ke depan, lanjut dia, dana desa akan di dorong untuk pengembangan SDM dan produktivitas ekonomi perdesaan. Menurutnya perlu bersama-sama untuk mendorong, dalam mencari terobosan dan mengawal inovasi desa jadi platform baru untuk mendampingi SDM.

"Lakukan upaya untuk menjaga tetap konsisten menghasilkan terobosan, untuk mencari agar inovasi ini tetap berjalan. SDM ini akan menjadi unggulan. Bagaimana menghasilkan talenta-talenta perdesaan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Untuk keberlanjutan program, ujarnya, ada beberapa tahap yang harus dilakukan pembenahan. Salah satunya menyesuaikan dengan konteks kekinian. Tangkap base praktik untuk bahan modul pembelajaran dengan akademi desa 4.0.

Selain itu, dengan memberikan anggaran afirmasi biar percontohan itu segera selesai. "Contoh-contoh ini bisa jalan dengan sendirinya, bagaimana pilot-pilot ini bisa viral. Selain itu, perlu juga keterlibatan swasta terkait anggaran untuk kepentingan bersama dalam rangka keberlanjutan program inkubasi inovasi desa," tuturnya. 

Editor : Yon Parjiyono