logo

BKKBN Kejar Capaian Tiga Target Hingga Akhir Tahun 2019

 BKKBN  Kejar Capaian Tiga Target Hingga Akhir Tahun 2019

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo Sp OG(K) (tengah). (foto, ist)
09 September 2019 20:54 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pencapaian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2018, menunjukan dari 5 (lima) sasaran strategis, baru 2 (dua) yang berhasil memenuhi target.

Yakni Penurunan angka putus pakai (DO) dengan capaian 25 persen dari target sebesar 25 persen (persentase capaian 100 persen), serta Peningkatan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan capaian 23,1 persen dari target sebesar 22,3 persen (persentase capaian 103,6 persen).

Demikian diungkapkan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo Sp OG(K), di sela kegiatan Telaah Tengah Tahun (Reviu) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2019 pada hari Senin (09/09), di Auditorium BKKBN, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Pada acara bertajuk “Percepatan Pencapaian Kinerja Program KKBPK dalam Rangka Menyongsong RPJMN Tahun 2020-2024” tersebut, lebih lanjut dijelaskan, 3 (tiga) sasaran strategis yang belum dapat memenuhi target ialah, pertama penurunan angka kelahiran total (TFR) dengan capaian 2,38 per WUS usia 15-49 tahun dari target sebesar 2,31 (persentase capaian 97,1 persen).

Target kedua, Penggunaan Kontrasepsi Modern (mCPR) dengan capaian 57 persen dari target sebesar 61,1 persen; dan ketiga penurunan unmet need dengan capaian 12.4 persen dari target sebesar 10,14 persen. “Tentunya ini merupakan PR bersama kita, agar target yang telah ditetapkan di tahun 2019 ini dapat tercapai 100 persen,” ujarnya.

Dikatakannya, perlu langkah-langkah konkrit yang dapat mempercepat pencapaian sasaran peningkatan kesertaan ber KB modern, penurunan unmet need, serta penurunan kasus anak stunting. Sehingga, dengan tercapainya target-target tersebut akan mempercepat penurunan TFR secara nasional dan didukung dengan validitas data operasional yang baik.

Agar intervensi terhadap target atau sasaran lebih tepat dan melaporkan hasilnya sesuai kondisi riil hasil capaian pelayanan dan pengendalian program di lapangan. Diingatkan pula, untuk segera merumuskan secara komprehensif melalui diskusi kelompok.

Upaya-upaya strategis apa yang harus dilakukan pada sisa waktu Semester II tahun 2019 dan dijadikan pedoman baik di pusat, provinsi sampai dengan lini lapangan. Pada kesempatan itu dilakukan pula Pengukuhan BPP AKU Periode 2019-2023 oleh Ketua Umum BPP AKU Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi.

Pengukuhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya Pasangan Usia Subur yang Ber-KB yang tergabung dalam kelompok UPPKS.

Editor : Yon Parjiyono