logo

Destinasi Super Prioritas Danau Toba Turut Dipromosikan Di MATTA Fair 2019

Destinasi Super Prioritas Danau Toba Turut Dipromosikan Di MATTA Fair 2019

09 September 2019 12:34 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - KUALA LUMPUR: Siapa yang tidak mengenal Danau Toba. Destinasi ini menyimpan cerita Super Volcano Geopark. Cerita yang menggemparkan dunia 75 ribu tahun silam. Tepatnya lewat ledakannya yang maha dahsyat. Pesona dan cerita Danau Toba dihadirkan di MATTA Fair 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-8 September. Danau Toba dijadikan daya tarik agar wisatawan Malaysia datang ke Indonesia.

Cerita masa lalu dan keeksotisan alamnya, membuat Danau Toba menjelma menjadi destinasi wisata papan atas. Banyak wisman yang datang. Toba pun masuk dalam lima destinasi super prioritas. Bersama Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Toba punya segalanya. Danau yang ada di Sumatera Utara ini memiliki Balige di Kabupaten Tobasa. Panorama di kawasan ini tak ubahnya seperti Ubud di Bali. Sawah menghijau, berlapis-lapis, subur dan sejuk dipandang mata,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Sabtu (7/9).

Danau Toba juga memiliki Parapat, Simalungun. Keramahan penduduk setempat, budaya lokal serta kesenian tradisi mereka cukup menarik. Udaranya sejuk. Kaya akan lekukan perbukitan membentuk pola lukisan alam yang natural. Pemandangan utamanya adalah birunya air Danau Toba, sejauh mata memandang, dikelilingi perbukitan. 

“Toba sangat layak untuk dijadikan pilihan traveller Malaysia lantaran atraksi wisata yang dimilikinya sangat kuat, alamnya indah. Historis kalderanya juga sangat kuat. Alam atau nature-nya sendiri sudah memikat,” terang Rizki lagi.

Wanita berhijab itu menambahkan, culture atau budayanya sangat kaya dan berkarakter. Seperti halnya Bali yang kaya akan budaya dan kearifan lokal yang masih sangat terjaga.

“Toba dengan budaya Bataknya juga sangat kuat mengakar, itu adalah kekuatan lain di Toba. Dan Kemenpar selalu mendorong budaya itu semakin kuat untuk menjadi daya tarik wisatawan. Termasuk untuk pasar Malaysia,” paparnya.

Danau Toba juga kaya akan destinasi. Di sana ada Desa Wisata Tomok. Sebuah desa tradisional yang dikenal sebagai pintu gerbang dan pengenalan Samosir. Desa ini adalah sarkofagus batu besar Kuburan Raja Sidabutar. Selain wisata sejarah mengenal budaya Batak Toba, traveller Malaysia juga bisa berwisata belanja.

Pilihan berikutnya, ada Bukit Teletubbies. Banyak wisatawan datang ke sini untuk trekking. Ada juga Air Terjun Situmurun Binangalom. Juga Bukit Indah Simarjarunjung. Bukit Indah Simarjarunjung dikelola seperti wisata Kalibiru, Yogyakarta, yang dibuat sedemikian rupa dengan bentuk rumah pohon.

“Kalau masih kurang puas, bisa melanjutkan liburan ke Taman Labirin, Taman Simalem Resort. Di sini traveller akan merasa tertantang untuk mencari jalan keluar dari labirin raksasa sejauh setengah kilometer! Cukup lumayan untuk berolah raga. Setelah itu bisa mengunjungi Pearl of Lake Toba. Dari sinilah traveller Malaysia bisa melihat pemandangan Danau Toba dari ketinggian 500 meter. Ini ibarat menikmati pemandangan Danau Toba dari Menara Petronas di Kuala Lumpur! Sangat ideal untuk melengkapi koleksi foto di Instagram,” ujar Rizki.

Yang tidak kalah menariknya adalah Huta Ginjang. Atraksinya sangat pas untuk travelers millenials Malaysia. Yang suka berfoto selfie, vlog dan banyak berinteraksi dengan fans, friends, followers di media sosial, bisa langsung eksis di Huta Ginjang. Destinasinya dikelilingi kontur bukit berwarna hijau. Bila tidak sedang diselimuti kabut tebal, travelers Malaysia bisa langsung melihat hamparan pinus di pinggiran Danau Toba. Kanan, kiri, atas, bawah, semuanya perfect untuk spot foto.

Kedua, destinasinya masuk ke dalam Geosite Danau Toba. Tanahnya pasir seperti kaca. Sangat tak biasa. Dan hal ini hanya bisa dijumpai di Huta Ginjang. Ketiga, ada spot-spot kuliner dan kerajinan tangan yang sudah disiapkan Pemkab Tapanuli Utara. Keempat, ada spot untuk menguji adrenalin, paralayang yang lumayan menantang dengan standar keamanan yang tinggi. 

Spotnya juga bagus. Presiden Jokowi pernah diwawancarai Bloomberg di spot itu. Kelima, tempatnya bersih. Manajemen sampahnya tergolong bagus. Keenam, udaranya sejuk. Sekitar 19-20 derajat Celcius saat siang hari, kadang berkabut, dan itu sangat bagus untuk diabadikan dalam foto dan video.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menilai mempromosikan Danau Toba di MATTA Fair sangat tepat.

“Mengapa tepat? Karena kunjungan wisatawan Malaysia ke Danau Toba juga cukup banyak. Tidak kalah dari kunjungan wisatawan Eropa. Jumlahnya juga masih bisa digenjot lagi,” paparnya.

Menpar juga menilai MATTA Fair Kuala Lumpur, merupakan momentum tepat untuk menjaring lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Terutama wisman dari Malaysia. Pada tahun 2019, Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 3,4 juta orang yang mana pada tahun 2018 wisman Malaysia sebanyak 2.501.594 kunjungan.

“Malaysia merupakan fokus pasar ke-1 dengan target wisman terbesar yaitu 3.4 juta pengunjung (17%) dari total target 20 juta kunjungan dari seluruh pasar mancanegara,” jelasnya. 

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) dari Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan mancanegara Malaysia yang berkunjung ke Indonesia pada periode Januari-Juli 2019 masih bertahan menduduki peringkat pertama. Capaiannya. 1,84 juta. Atau berkontribusi sebesar 20% dari total capaian wisman dari seluruh dunia yang sebesar 9,31 juta kunjungan. Jumlah itu tumbuh 23,74% dari capaian periode yang sama pada tahun 2018 lalu.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto