logo

Mandiri Bintan Marathon 2019 Dongkrak Tingkat Hunian Hotel

Mandiri Bintan Marathon 2019 Dongkrak Tingkat Hunian Hotel

09 September 2019 10:07 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BINTAN: Mandiri Bintan Marathon 2019 memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Semua hotel dibanjiri peserta yang umumnya datang bersama rekan atau keluarganya. Sebagian dari mereka bahkan datang beberapa hari sebelum kegiatan digelar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Wan Rudy, memastikan seluruh hotel di daerahnya full booked selama Mandiri Bintan Marathon 2019 digelar. Ini membuktikan bahwa event internasional tersebut memberi dampak langsung pada sisi ekonomi.

"Sehari sebelum event digelar, ada rekan saya yang mengeluh tak dapat hotel di Bintan. Padahal dia ingin liburan akhir pekan bersama keluarga di sini. Untung ada tamu di salah satu hotel yang check out, sehingga dia bisa nyelip di kamar tersebut," ujarnya, Minggu (8/9/2019)

Diakui Wan Rudy, Bintan saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata yang ramai dikunjungi. Banyak turis mancanegara yang berlibur ke sini, baik pada weekend maupun weekday. Posisi Bintan sebagai daerah crossborder memang sangat menguntungkan. Selain itu, wilayah ini juga memiliki pesona alam yang sangat indah, terutama pantainya.

"Dulu, wisatawan yang datang memang lebih banyak pada weekend saja. Tetapi sekarang, weekday pun banyak tamu wisman. Ini karena Bintan mudah diakses dari Singapura. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam lewat perjalanan laut," ungkapnya.

Berkenaan dengan itu, banyak hotel-hotel baru mulai dibangun. Para investor paham bahwa kebutuhan amenitas masih cukup tinggi di Bintan. Hal ini akan mempermudah pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Terlebih, unsur 3A dalam pengembangan wisata sebenarnya sudah terpenuhi. Bintan memiliki akses yang baik, atraksi yang beragam, serta amenitas yang memadai (meski tetap butuh penambahan).

Terkait event Mandiri Bintan Marathon 2019, Wan Rudy mengaku bangga dan puas. Sebab, meski baru digelar untuk yang kedua kali, namun gaungnya sudah terdengar hingga ke mancanegara. Terbukti, ada banyak warga asing dari 57 negara yang tampil sebagai peserta. Selain negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, ada juga yang berasal dari India, China, Australia, Argentina, Jerman, Inggris, Kenya, dll.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Mandiri Bintan Marathon 2019 merupakan event kolaborasi dua negara, yaitu Indonesia dan Singapura. Dengan kemasan yang menarik, kegiatan ini akan menyedot banyak peserta dan wisatawan.

“Kami sangat mendukung acara ini, karena menambah event pariwisata khususnya sport tourism di Bintan. Dengan acara ini, wisatawan bisa berolahraga dan berekreasi di kawasan wisata Lagoi Bintan,” ucapnya.

Mandiri Bintan Marathon 2019 berlangsung selama dua hari, 7-8 September. Panitia membagi tiga kategori, yaitu Full Marathon 42 KM, Half Marathon 21 KM, dan Family Run 3 KM. Adapun hadiah yang disediakan yakni sebesar SGD 100,000 atau setara dengan Rp1 miliar. Jumlah tersebut 3 kali lipat besarnya dari jumlah yang diberikan tahun lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, sport tourism menjadi salah satu konsep yang cukup berhasil menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sport tourism bukan hanya sebagai pelengkap jenis wisata lain, tetapi benar-benar bisa diandalkan seperti halnya wisata seni budaya, wisata kuliner, dan lain-lain. 

“Sejauh ini, sport tourism menjadi salah satu event penyumbangan wisman terbanyak, terutama pada kegiatan yang digelar di wilayah Kepri. Bintan sendiri terbukti cukup berhasil mengembangkan sport tourism. Selain International Bintan Marathon, ada juga Tour de Bintan yang sudah digelar beberapa waktu lalu. Ini menjadi prestasi yang harus dipertahankan,” tandasnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto