logo

Konsen Terhadap Mitigasi Bencana, RRI Luncurkan Program Tanggap Bencana Kentongan

 Konsen Terhadap Mitigasi Bencana, RRI Luncurkan Program Tanggap Bencana Kentongan

08 September 2019 21:32 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menjawab kebutuhan akan adanya media massa yang concern terhadap mitigasi bencana, Radio Republik Indonesia (RRI) meluncurkan Program Tanggap Bencana Kentongan sekaligus merayakan HUT RRI ke 74. Peluncuran itu berlangsung di Auditorium Yusuf Ronodipura RRI Pusat Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama RRI M Rohanudin mengungkapkan, persoalan yang sangat sedikit disentuh dalam kaitan pengelolaan masalah kebencanaan di tanah air adalah proses edukasi melalui mitigasi bencana. Kondisi ini, ujarnya, sangat memprihatinkan, sebab banyak lembaga hanya fokus pada proses penginformasian saat peristiwa bencana terjadi serta aksi recovery nya.

Padahal,  dampak bencana dapat ditekan bila ada program mitigasi bencana. "Pengertian mitigasi sendiri adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Lebih mudahya disebut tanggap bencana," ungkap Dirut RRI itu.

Dikemukakannya, Radio Republik Indonesia menetapkan diri secara konsisten menjadi Radio Tanggap Bencana. Inspirasinya dari program BOSAI di NHK Jepang.  Di RRI sendiri, program ini disebut KENTONGAN.

"Nama kentongan dikaitkan dengan kearifan lokal pada sebagian masyarakat Indonesia sebagai penanda terjadinya suatu peristiwa. Program Kentongan ini, merupakan serangkaian upaya tanggung jawab RRI sebagai lembaga penyiaran publik untuk terlibat dalam penyadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana," kelas dia.

Program Kentongan, lanjutnya, berupaya mengedukasi publik menjadi masyarakat tangguh bencana. Sebab, pertolongan pertama saat terjadi bencana adalah pada diri orang itu sendiri.

Program kentongan juga berupaya menjadikan tanggap bencana sebagai bagian gaya hidup, mulai dari sigap menghadapi bencana, mengatasi bencana dan peduli terhadap lingkungan.

Editor : B Sadono Priyo