logo

Keserasian Sosial Berbentuk Dialog Tematik Menjaga Kebhinekaan

Keserasian Sosial Berbentuk Dialog Tematik Menjaga Kebhinekaan

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) . (foto,ones) )
07 September 2019 13:43 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kegiatan keserasian sosial pada tingkat desa atau kelurahan, dalam bentuk kegiatan dialog tematik tentang kebangsaan, musyawarah, serta gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat merupakan, bentuk dari cara kita menjaga dan merawat toleransi, dalam kebhinnekaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu dikemukakan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, di sela acara Bimbingan Teknis (bimtek) Keserasian Sosial tahun 2019, di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Jumat (6/9/2016). 

Pada kesempatan itu, Mensos mengimbau masyarakat dan peserta bimtek untuk menjaga keberagaman bangsa dan negara. "Pilihan tema dari kegiatan ini 'Melalui Keserasian Sosial Kita Jaga dan Rawat Kebhinnekaan Bangsa Indonesia Dalam Bingkai NKRI'. Tema ini memiliki makna yang dalam menyikapi keberagaman suku, agama, ras, kelompok dan golongan sebagai anugerah dari Allah," tutur dia.

Menurut Mensos, kegiatan keserasian sosial harus dilakukan mulai dari tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan yang melibatkan semua elemen masyarakat itu, dikatakannya merupakan salah satu upaya menjaga dan merawat toleransi dalam kebhinnekaan.

"Jadi perbedaan itu harus dan justru kita jadikan modal untuk kita bersama," kata dia.

Mensos yang saat itu mengenakan pakaian adat Papua menyatakan rasa prihatinnya atas situasi dan kondisi Papua-Papua Barat yang dilanda konflik. Dia mengatakan pemerintah selalu melakukan upaya yang persuasif untuk menormalkan kembali situasi di Papua.

"Saya menyampaikan keprihatinan atas situasi dan kondisi saudara-saudara kita yang berada di tanah Papua," ujarnya.

Untuk mengembalikan Papua ke kondisi normal dan damai, kata Mensos, segala upaya telah dan akan dilakukan oleh segala pihak dan pemerintahan pusat. Berbagai upaya semaksimal mungkin melalui pendekatan persuasif, kemanusiaan dan tentunya dalam komitmen bingkai keutuhan NKRI.