logo

Inilah Sepuluh Nama Capim KPK Yang Diserahkan Presiden Kepada DPR 

Inilah Sepuluh Nama Capim KPK Yang Diserahkan Presiden Kepada DPR 

Foto: Setkab.go.id
03 September 2019 05:20 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih akhirnya mengumumkan 10 nama yang lolos seleksi tahap akhir Capim KPK 2019-2023, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Sebelumnya ke-10 nama hasil seleksi terakhir berupa Wawancara dan Uji Publik itu telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Selanjutnya Presiden akan menyerahkan ke-10 nama Capim KPK tersebut kepada DPR

Menurut Yenti Garnasih, komposisi kesepuluh nama Capim KPK yang lolos seleksi tahap akhir terdiri-dari unsur KPK sebanyak 1 orang, polisi (1), jaksa (1),  auditor (1), advocat (1), dosen (1), hakim (1), dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) 1 orang.

Mereka yang lolos seleksi akhir tersebut adalah Alexander Marwata, Komisioner KPK; Firli Bahuri (Anggota Polri), I Nyoman Wara (Auditor BPK), Johanis Tanak (Jaksa), Lili Pintauli Siregar (Advokat), Luthfi K Jayadi (Dosen), Nawawi Pamolango (Hakim), Nurul Ghufron (Dosen), Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet), dan Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).

Kewenangan Presiden

Yenti Garnasih mengatakan, sebagai kepanjangan tangan, Pansel telah menyerahkan ke-10 nama itu langsung kepada Presiden.

Presiden sendiri, kata Yenti, telah mengikuti semua tahap demi tahap seleksi Capim KPK. Presiden tahu semuanya, mengikuti proses semuanya. Tidak ada sinyal kapan Presiden akan menyerahkan ke-10 nama ke DPR. "Memang itu menjadi kewenangan Presiden dan kami juga tidak menanyakan,” kata Yenti dalam keterangan pers usai diterima Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta.

Yenti menjelaskan, Presiden tidak mengumumkan sendiri nama-nama itu karena banyak tamu. Namun, pada periode yang lalu, menurutnya, juga bukan Jokowj yang mengumumkannya.

“Beliau mengatakan silakan Pansel. Mungkin Pak Jokowi juga menjaga untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Pansel. Yang lalu juga Pansel yang menyebutkan,” ucap Yenti.

Yang jelas, pengumuman ke-10 Capim KPK sudah atas persetujuan Presiden Jokowi. “Ya iyalah. Masa nggak sih. Iya lah. Pasti. Kan kita nggak punya kewenangan apa-apa. Semua di koridor bahwa ini atas nama Presiden semuanya,” ucap Yenti seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Saat menyampaikan pengumuman nama-nama kesepuluh Capim KPK yang lolos seleksi tahap akhir itu, Yenti Garnasih didampingi oleh anggota Pansel yaitu: Hendardi, Indriyanto Seno Adji, Harkristuti Harkriswono, Hamdi Muluk, Marcus Priyo Gunarto, Al Araf, Diani Sadia Wati, dan Mualimin Abdi. 

Era Keterbukaan

Sementara itu Presiden Jokowi mengingatkan bahwa saat ini eranya keterbukaan. Karena itu, ia meminta agar masukan-masukan baik dari masyarakat, dari tokoh-tokoh yang telah memberi masukan terkait proses seleksi Capim KPK  bisa dijadikan catatan-catatan.

“Dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh Pansel,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya saat menerima Pansel Capim KPK), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Lebih jauh Presiden Jokowi menegaskan, tidak harus tergesa-gesa dalam menyeleksi Capim KPK. Karena, yang paling penting nanti, nama-nama yang disampaikannya ke DPR RI itu betul-betul nama-nama memang layak untuk dipilih.

Sebelumnya Presiden menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras Pansel Capim KPK masa jabatan 2019-2023 dalam melakukan seleksi sejak awal, sampai mungkin sudah tinggal 20 atau 10. “Ini adalah sebuah proses panjang yang telah dilalui,” ujar Presiden Jokowi. ***

Editor : Pudja Rukmana