logo

Mendes PDTT Dampingi Raja Malaysia Kunjungi Keraton Yogyakarta

 Mendes PDTT Dampingi Raja Malaysia Kunjungi Keraton Yogyakarta

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (salaman) saat menyambut Raja Malaysia di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. (foto,ist)
29 Agustus 2019 16:25 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo berserta Ibu Riri Sandjojo mendampingi Raja Malaysia Sri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XVI Sultan Abdullah Ri'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta'in Billah bersama Permaisuri Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Rabu (28/8/2019).

Rombongan tiba di Kompleks Keben kemudian langsung dipersilakan masuk ke Kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Rombongan ini diterima Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas beserta para putri dalem dan menantu.

Sultan menyambut rombongan di Regol Donopratopo, yang merupakan pintu kedua untuk masuk ke Keraton bersama GKR Hemas dan para pejabat. Lalu, singgah dan dijamu Sri Sultan HB X di Gedhong Jene Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di sisi barat.

Selanjutnya rombongan melihat beberapa koleksi yang ada di Keraton Yogyakarta, salah satunya batik keraton di Gedhong Prabayeksa. Usai melihat koleksi batik, rombongan diajak ke Bangsal Kencono untuk menyaksikan tarian atau Beksan Lawung Jajar, karya Sultan Hamengku Buwono I.

Mendes PDTT dan istri turut menikmati suguhan tarian tersebut. Sesekali berbincang dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, yang duduk di samping kanannya. Tarian ini merupakan tari putra gagah yang bercerita tentang semangat berlatih para prajurit keraton, pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Beksan Lawung Jajar ini menceritakan tentang keprajuritan, dan selalu ditampilkan dalam menyambut tamu agung di keraton. Diiringi dengan Wiaga Gamelan khas Yogyakarta menambah semarak tarian.

Seluruh keluarga kerajaan dan rombongan Raja Malaysia menyaksikan gamelan dan tarian yang disuguhkan. Diakhir kunjungannya, rombongan dijamu di Bangsal Manis.

Terkait kunjungan Raja Malaysia itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak berkomentar banyak, menurut dia, kunjungan kenegaraan pertama khusus ke Yogyakarta ini hanya silaturahmi. "Nggak bahas apa-apa, ya nggak komentar apa-apa. Memang hanya ngobrol saja karena istrinya kan sering ke sini. Kedua, beliau (Raja Malaysia) pernah ketemu bersama saya tahun 1993," ujarnya.

Sementara, Raja dan Permaisuri dari Malaysia berkomentar, sangat suka karena dijamu masakan tradisional. Untuk kebudayaan Jogja sendiri dikatakannya bagus. Raja Malaysia sempat melihat manuskrip, dan ikut membatik.

"Kebudayaan Jogja sendiri ya tadi lihat manuskrip, kan tadi lihat batik juga ternyata bisa ibu membatik. Oleh-oleh untuk ibu permasuri hanya membatik saja nanti kalau sudah selesai dikirimkan," pungkasnya.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat menyambut Raja Malaysia di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta mengatakan, kunjungan Raja Malaysia ke Keraton Yogyakarta merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Sebelumnya Raja Malaysia disambut Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden Jokowi dan Raja Malaysia sempat melakukan penanaman pohon damar bersama.

Editor : Yon Parjiyono