logo

De' Bhagasasi Jadi Pusat UMKM Batik Bekasi

De' Bhagasasi Jadi Pusat UMKM Batik Bekasi

Batik Bekasi dengan motif bambu dan penari paling banyak disukai. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
24 Agustus 2019 09:49 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI : De' Bhagasasi resmi menjadi pusat UMKM penjualan Batik khas Bekasi. Lokasinya berada di Lantai 3, Pasar Proyek Trade Center, di Jalan Ir. Juanda, Bekasi Timur.

Di dalamnya tersedia 40 stand kios untuk fashion maupun souvenir. Selain itu, ada 17 stand untuk kuliner serta panggung budaya.

Penanggung Jawab UMKM Kota Bekasi, Barito Hakim Putra mengatakan, De' Bhagasasi ini khusus untuk mengangkat Batik Bekasi. Selain ada juga Batik Nusantara yang ditawarkan kepada masyarakat.

"Tujuannya yang pertama adalah agar Batik ini dapat di cintai terus oleh masyarakat," kata Barito kepada suarakarya.id, Jumat (23/8/2019).

Di stand Batik ini ada 12 pakem dari ratusan motif. Salah satu motif yang terkenal yakni motif penari adat seperti tari glatek dan topeng yang diterjemahkan di atas kain.

Bahkan, Batik khas Bekasi dengan motif bambu dan penari sudah go International diantaranya Belanda dan Moskow.

"Motif bambu dan penari paling banyak disukai. Karena motif bunganya ada bambu, rumput-rumputan dan rawa," kata Barito.

Melalui nama Bhagasasi ini, Barito mengingatkan kembali tentang sejarah Kota Bekasi. Menurutnya, hal ini merupakan edukasi kepada masyarakat bahwa awalnya Kota Bekasi bernama Bhagasasi.

"Harapan besar kami agar Batik Bekasi menjadi kebanggaan warga Bekasi dan selalu di cintai," ujar Barito.

Pengrajin Batik Bekasi menawarkan berbagai bahan dan motif kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau yakni Rp100 ribu hingga Rp1 juta.

Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini memiliki pusat perdagangan yang diharapkan dapat mengeksplor Batik Bekasi sebagai icon tersendiri.

De' Bhagasasi ini telah mendapatkan dukungan dari Pemkot Bekasi dengan ditandai peresmian oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Peresmian itu sebagai dedikasi bagi pengrajin UMKM serta para seniman Bekasi.

"Disini akan menjadi lokasi bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya sekaligus menjadi sentral seni dan budaya," ucap Tri Adhianto.

Tujuan utama melokalisir para pelaku usaha dan para seniman agar memudahkan masyarakat untuk menikmati hasil dari kerajinan UMKM dan produk kesenian yang dihasilkan. Sehingga dengan begitu, keinginan untuk mewujudkan Kota Bekasi yang kreatif sesuai dengan visi dan misi dapat terealisasi.

"Kita punya harapan besar untuk menjadikan Kota Bekasi yang kreatif dan menguntungkan bagi masyarakat. Disini tidak hanya menampilkan hasil kerajinan, tetapi juga ada fasilitas bagi masyarakat yang ingin belajar kesenian tari, melukis, menyanyi dan lainnya yang didapatkan secara gratis," kata Tri Adhianto. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto