logo

Tabanan, Meningkatkan Pendapatan Petani Lewat Penggalakkan BUMDes

Tabanan, Meningkatkan Pendapatan Petani Lewat Penggalakkan BUMDes

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kanan) dalam kunjungan kerjanya di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, didamoingi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (kedua dari kanan). (foto,ist)
23 Agustus 2019 20:20 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TABANAN, BALI: Untuk memberikan nilai tambah bagi pendapatan para petani, Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali terus menggalakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8/2019). mengatakan, cara tersebut ampuh untuk menjaga masyarakat, agar tetap bertahan menjadi petani.

"Tabanan adalah lumbung pangannya Bali, 75 persen masyarakatnya adalah petani. Jadi petani, jadi nelayan juga. Makanya hal yang harus kami lakukan adalah bagaimana agar masyarakat kami tetap mau jadi petani. Itu PR saya," tuturnya.

Dikemukakannya, peningkatan nilai tambah itu dilakukan dengan memproduksi berbagai jenis olahan hasil pertanian. Misalnya beras merah, tak hanya dijual produk mentahan saja. Namun, juga dijual dalam bentuk hasil olahan. Seperti scrub beras merah, teh beras merah, dan sebagainya.

Di samping itu, Bupati Tabanan juga berencana akan mensinergikan BUMDes dengan desa-desa wisata. Kabupaten Tabanan saat ini telah memiliki 22 desa wisata, tahun depan ditargetkan bertambah menjadi 66 desa wisata.

"Dengan ini masyarakat kami akan sejahtera karena petani. Karena kalau hanya pertanian tradisional saja, akan ketinggalan petani kami," ujarnya.

Terkait desa wisata, Mendes PDTT menyarankan Bupati Tabanan untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) yang melarang penggunaan plastik. Menurut dia, desa wisata yang dipenuhi sampah plastik akan sulit untuk berkembang.

"Jangan sampai karena banyak sampah plastik, wisata kita jadi diboikot," ujarnya. Mendes PDTT mengakui, desa-desa di Kabupaten Tabanan memiliki keindahan alam dengan nuansa persawahan yang indah.

Dia menyarankan Bupati Tabanan untuk memanfaatkan persawahan tersebut untuk menjadikannya sebagai area sport tourism (wisata olahraga). "Alamnya Tabanan ini saya lihat banyak disukai pesepeda balap atau mountain bike (pesepeda gunung). Bikin sport tourism, nginapnya bisa di homestay," ujarnya.