logo

Ini Kiprah Dua Yayasan Bentukan Almarhum Ibu Tien Soeharto

Ini Kiprah Dua Yayasan Bentukan Almarhum Ibu Tien Soeharto

23 Agustus 2019 19:43 WIB
Penulis : Azhari Nasution

SuaraKarya.id - JAKARTA – Hj. Siti Hardiyanti Rukmana menjelaskan peran dua yayasan bentukan almarhum ibunya, Tien Soeharto, dalam membangun Indonesia. Kebetulan, hari ini Jumat (23/8/2019), bertepatan dengan hari jadi kedua yayasan tersebut. Untuk Yayasan Harapan Kita telah berusia 51 tahun dan Dana Gotong Royong Kemanusiaan berumur 33 tahun. 

Puteri Presiden RI kedua itu adalah ketua kedua yayasan tersebut. “Dengan modal awal Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) pada masa itu, yang disisihkan ibu Tien dan ibu Zaleha ibnu Sutowo, dari kas rumah tangga, mereka menggerakkan Yayasan Harapan Kita. Kini setelah 51 tahun, kita bisa menyaksikan sendiri perkembangan yang terjadi atas dedikasi mereka,” ungkap Mbak Tutut, salam karib Siti Hardiyanti Rukmana di Gedung Granadi Kuningan, Jumat (23/8/2019).

Melalui tekad mereka, kini telah bercokol rumah sakit, seperti Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dan sebagainya. Juga bukan karena yayasan sukses membangun berbagai sarana kebudayaan, pendidikan hingga kesehatan seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Perpustakaan Nasional, hingga Taman Anggrek Indonesia Permai.

“Yayasan Harapan Kita akhirnya berhasil mengurangi ketergantungan warga Indonesia berobat ke luar negeri. Yayasan Harapan Kita bertekad kuat sebagaimana keinginan ibu Tien sebagai pendirinya membela kesehatan rakyatnya. Sejak awal berdirinya, Yayasan Harapan Kita menegaskan bahwa bagi yang ekonominya tidak mampu, meskipun mengalami gangguan jantung, tetap harus diselamatkan dengan mekanisme cross subsidi,” ucapnya.

Lalu bagaimana kiprah Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan? Mbak Tutut menjelaskan, rentang waktu 33 tahun, yayasan ini telah menunjukkan berbagai pengabdian kepada warga negara yang terkena bencana. Mereka selalu hadir di mana rakyat menderita karena bencana. Tak hanya sekali. Pada bencana yang baru saja terjadi, yakni tsunami di pesisir Banten dan Lampung, akhir tahun 2018 hingga awal 2019 lalu.

“Saya sendiri terlibat. Sedikitnya dalam dua kali kedatangan. Kami datang bukan hanya memberi apa yang bisa kami berikan. Namun kami datang untuk memberi harapan sekaligus menegaskan masih kuatnya tali persaudaraan kita sebagai anak bangsa. Lebih jauh lagi, sebagai sesama manusia, makhluk Allah yang diikat dengan rachmaan dan rachiim-Nya,” ujarnya.

Mbak Tutut menjelaskan bahwa kiprah selama 33 tahun, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan telah menyalurkan bantuan sekitar Rp64 miliar. Semua untuk korban bencana, meliputi korban bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gunung meletus dan bencana sejenisnya. Selama itu, yayasan juga telah menyalurkan bantuan di 1.099 lokasi bencana, pada 899 kejadian bencana di 34 Provinsi di Indonesia.

“Semua itu kami lakukan melalui kerja sama luar biasa dengan semua pihak. Semua yang percaya bahwa kehidupan yang lebih baik, yang lebih sejahtera itu bisa kita raih bersama melalui tolong-menolong di antara kita,” terangnya. ***

Editor : Azhari Nasution