logo

Wujudkan Zero Complain, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Ngobrol Bareng PLKK

Wujudkan Zero Complain, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Ngobrol Bareng PLKK

22 Agustus 2019 22:47 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Karimunjawa Surabaya mengggelar agenda Ngumpul Bareng Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK). Selain untuk meningkatkan sinergitas, event ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan para PLKK bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimunjawa Surabaya, Suharto, peran PLKK ini sangat penting untuk mendukung program BPJS Ketenagakerjaan. "Kami berterimakasih kepada PLKK, karena telah memberikan pelayanan kepada  pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dengan sangat baik," ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Di hadapan perwakilan 70 rumah sakit dan klinik anggota PLKK tersebut, Suharto berharap hubungannya dengan mereka bakal semakin baik di masa mendatang. Pada gilirannya, sinergi yang terus meningkat itu akan berimbas pada kepuasan dan kenyamanan para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya juga sengaja mendatangkan motivator untuk memberikan motivasi kepada para peserta. Suharto berharap, event ini akan mendorong terwujudkan zero complain sebagai pertanda kepuasan pelayanan yang dirasakan oleh para peserta.

Acara Ngobrol Bareng ini juga diwarnai penyerahan santunan untuk ahli waris 2 pekerja orang yang meninggal akibat kecelakaan kerja dan meninggal bukan akibat kecelakaan kerja. Mereka masing-masing almarhum Erni, karyawan PT Suparma yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia.

Ahli waris korban ini mendapat santunan sebesar Rp289,6 juta yang diserahkan kepada ahli waris Supardi. Santunan juga diberikan kepada ahli waris almarhum Sukardi yang meninggal bukan kecelakaan kerja. Klaim kematian yang diberikan kepada ahli warisnya, Sudarti itu sebesar Rp44,7 juta.

Menurut Suharto, kehilangan keluarga tercinta memang tidak bisa tergantikan oleh apapun. "Tapi setidaknya, santunan ini bisa membantu keluarga yang ditinggalkan untuk menata kehidupan yang lebih baik lagi dari sisi ekonomi," ujarnya.***