logo

Pemerintah Sangat Memperhatikan Konektivitas Antarkawasan

Pemerintah Sangat Memperhatikan Konektivitas Antarkawasan

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri) memberikan penghargaan kepada para transmigran dan pembina permukiman transmigrasi teladan tingkat nasional. (foto, ist)
15 Agustus 2019 21:58 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah saat ini memiliki perhatian besar terhadap konektivitas antar kawasan, termasuk kawasan transmigrasi. Hal itu, bertujuan untuk dapat menekan biaya produksi. Sehingga, pendapatan para petani akan lebih meningkat.

Hal itu dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, saat memberikan arahan pada Audiensi Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

"Akan ada pembangunan infrastruktur yang masif di daerah transmigrasi. Dan dana desa akan dinaikan termasuk di daerah transmigrasi. Jangan takut masuk desa karena peluang ada di desa," tuturnya.

Diungkapkannya, Pemerintah tengah gencar merevitalisasi kawasan transmigrasi yang ekonominya masih belum berkembang. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membuka peluang investasi.

"Tahun lalu, investasi yang masuk di kawasan transmigrasi sebesar Rp17 triliun," ujarnya.

Di bagian lain, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Dirjen PKT Kemendes PDTT) M Nurdin mengatakan, pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan dengan melakukan sinergi antar lintas sektoral.

"Fokus ke depan, kita lakukan pengembangan kawasan transmigrasi dan pengembangan permukiman melalui program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan), BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan upaya membangun kemitraan dengan stakeholder," terang dia.

Pada kegiatan Audiensi Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan MoU terkait pengembangan kawasan transmigrasi. Penandatangan MoU itu antara Kemendes PDTT dan Universitas Lampung, Universitas Hasanudin, Universitas Haluoleo, serta dua organisasi masyarakat yakni Fatayat NU dan Muslimat NU.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto