logo

DKI Sudah Loloskan 190 Atlet Ke PON XX/2020 Papua

DKI Sudah Loloskan 190 Atlet Ke PON XX/2020 Papua

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo memberikan dukungan semangat kepada atlet bola voli putri sebelum bertanding pada final babak kualifikasi di GOR Bulungan yang akhirnya keluar sebagai juara. (Foto: Ist).
14 Agustus 2019 17:05 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Atlet DKI Jakarta untuk sementara sudah mengantungi 190 tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Jumlah tersebut baru tersaring dari 12 cabang olahraga yang sudah melakukan babak kualifikasi. Namun untuk nomor perorangan, satu atlet ada yang lolos lebih dari satu nomor pertandingan atau lomba.

Menjelang akhir tahun 2019, merupakan hari-hari sibuk babak kualifikasi untuk menyaring peserta PON dari berbagai daerah. Betapa tidak, khusus untuk atlet hanya tersedia 768 nomor pertandingan/lomba dari 47 cabang olahraga dan 68 disiplin cabang olahraga yang diperebutkan.

Hingga pertengahan Agustus 2019, baru 12 cabang olahraga (cabor) yang melakukan babak kualifikasi. Ke-12 cabor tersebut adalah Baseball, Basket, Bola Voli Indoor, Balap Sepeda Road Race, Balap Sepeda BMX, Balap Sepeda MTB, Golf, Softball, Sepak Takraw, woodball, Judo dan Atletik.

Sejumlah cabor melakukan babak kualifikasi dengan sistem Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Namun ada beberapa di antaranya memakai system zona. Seperti olahraga permainan seperti bola voli indoor dan sepak takraw.

Khusus untuk Judo dan Atletik, meski keduanya sudah melakukan babak kualifikasi pada Akhir Juli dan awal Agustus lalu, masih banyak kesempatan untuk lolos. Pasalnya, judo menggunakan system poin sementara atletik menggunakan system seri.

Artinya di kedua cabor tersebut masih ada event-event tertentu yang dijadikan untuk pengumpulan poin bagi atlet yang belom lolos.

Pada pertengahan hingga akhir Agustus ini, ada 9 disiplin cabor lagi yang akan melakukan babak kualifikasi. Cabor tersebut adalah Petanque (26 – 31 Agustus di Jakarta), Rugby (25 – 31 Agustus di Bali), Basket 3 X 3 (17 – 18 Agustus di Jakarta), Biliar (21 – 30 Agustus di Jakarta), Terbang Layang (25 – 31 Agustus di Kalijati, Subang), Dansa (16 – 18 Agustus di Bali), Binaraga (17 – 19 Agustus di Bandung), Angkat Besi (19 – 24 Agustus di Bandung), dan Angkat Berat (24 – 28 Agustus di Bandung.

Pada September untuk sementara sudah tercatat 6 cabor/sub cabor yang akan melakukan babak kualifikasi. Dimulai dengan dayung/Dragon Boat (5 – 9 September di Palembang), Paralayang (20 – 24 September di Sumedang, Jawa Barat), Bermotor (13 – 14 September di Subang (Jawa Barat), Renang (September/belum ditentukan waktunya di Jakarta), Panjat Tebing (28 September – 4 Oktober di Bandung), dan Sepatu Roda (10 – 15 September di Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo mengharapkan, seluruh atlet DKI Jakarta yang akan mengikuti babak kualifikasi PON agar mempersiapkan diri secara maksimal. Karena hanya satu kali kesempatan untuk merebut tiket ke PON XX/2020 Papua. Bila gagal, peluang akan tertutup maka butuh waktu yang lebih lama lagi menunggu PON berikutnya. Selamat berjuang, Ayo Bung Rebut Kembali !!! ***

Editor : Markon Piliang