logo

Driver Ojol Mesum Diringkus Polisi

  Driver Ojol Mesum Diringkus Polisi

14 Agustus 2019 07:16 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Seorang perempuan penumpang ojek online Grab nekat meloncat dari motor, karena digerayangi drivernya. Polisi yang bertindak cepat, akhirnya berhasil meringkus pelaku Fatchul Fauzy (27) yang ternyata seorang residivis celana dalam perempuan.

Menurut Kanit Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, sejak awal pelaku sudah memiliki niat kepada korban sehingga membelokkan penumpang ke arah yang sepi. "Pelaku kami tangkap kurang dari 24 jam di rumahnya," ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Kronologis kejadian bermula saat korban BF yang baru saja turun dari bus di Terminal Purabaya, memesan ojek online untuk diantar ke Dukuh Kupang Surabaya, Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian order direspon oleh pelaku yang menggunakan motor Mio  W 3415 YA.

Motor itu tidak sesuai dengan aplikasi yang seharusnya pelaku menjemput penumpang menggunakan Yamaha Vixion. Selanjutnya, kendaraan yang belakangan diketahui milik saudara pelaku itu, diarahkan ke kawasan sepi kawasan  Sumur Welut.

Perempuan berjilbab itu kaget karena digerayangi pelaku di bagian paha kiri dan spontan meloncat dari sepeda motor. Selanjutnya korban sambil menangis ketakutan, berlari meminta pertolongan warga sekitar. Polisi langsung bereaksi dan meringkus pelaku di rumahnya.

Dari tangan pelaku yang warga Panjang Siwo Lebar 40 RT 03/RW 03, Tenggilis Mejoyo ini polisi mengamankan barang bukti jaket warna hitam, dua buah helm, satu buah handphone dan sepeda motor Yamaha Mio Soul W 3415 YA yang digunakan untuk bekerja.

Belakangan diketahui, pelaku ternyata pernah ditangkap polisi karena kasus pencurian celana dalam perempuan di Sidoarjo. Aksi  itu dilakukan beberapa tahun lalu atau jauh sebelum dirinya bekerja sebagai driver ojek online, setahun silam.

Atas temuan ini, polisi akan melibatkan psikiater. Diduga, pelaku yang sudah satu tahunan menjadi ojol ini memiliki kelainan seks. Yang jelas, sejauh ini, baru satu korban yang melaporkan perbuatan pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 335 KUHP ayat 1 atau Pasal 281 ayat (1) ke 1e KUHP, tentang perbuatan tidak menyenangkan atau kejahatan terhadap kesusilaan.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto