logo

KDI Mampu Tingkatkan Kualitas PMI, Agar Bersaing Di Era Globalisasi

KDI Mampu Tingkatkan Kualitas PMI,  Agar Bersaing Di Era Globalisasi

Staf Ahli Menaker Bidang Kebijakan Publik Reyna Usman. (foto,ist)
14 Agustus 2019 02:29 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA : Pemerintah berharap Komunitas Diaspora Indonesia (KDI) mampu membagikan best practices dan knowledge kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pekerja migran agar dapat bersaing pada era globalisasi ini.

Demikian dikemukakan, Staf Ahli Menaker Bidang Kebijakan Publik Reyna Usman dalam acara workshop bertajuk "Meningkatkan Daya Saing Bangsa dengan Menciptakan Pekerja Migran (Diaspora) Indonesia yang Berkualitas" di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), ujarnya, menilai KDI memiliki peran strategis dalam merangkul PMI, sebagai elemen dalam diaspora Indonesia. "Mengingat, potensi dan kontribusi yang dimiliki pekerja migran cukup besar dalam pembangunan dalam negeri," ujarnya.

Karenanya, kata dia, Kemenaker mengundang perwakilan dari KDI, untuk membagikan pengalaman dan best practices kepada peserta workshop. Sekaligus, dapat menghasilkan rumusan masukan kepada pemerintah.

"Utamanya terkait dengan upaya/ strategi peningkatan daya saing pekerja kita di negara penempatan," ujarnya.

Lebih jauh dikemukakannya, pemerintah memiliki komitmen kuat dalam melindungi kepentingan calon PMI, PMI dan keluarganya. Dalam rangka mewujudkan terjaminnya pemenuhan hak pada keseluruhan kegiatan, baik sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah bekerja.

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelindungan PMI, lanjutnya, dengan mengubah paradigma. Dikatakannya, PMI bukan lagi obyek, tetapi merupakan subyek penempatan.

"Mereka merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," sebutnya.

Di bagian lain, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemenaker Eva Trisiana menyatakan, pemerintah berharap pada masa mendatang, tidak akan ada PMI bekerja di sektor informal yang hanya mengandalkan low skill.

"PMI yang berasal dari kalangan profesional dan mempunyai high skill, dapat meminimalisasi adanya permasalahan ketika bekerja ke luar negeri," ujarnya.

Dia menambahkan, informasi peluang pasar kerja luar negeri, diharapkan dapat memotivasi para profesional. Untuk bisa bersaing di pasar kerja global.

Sementara itu, Deputi President Indonesia Diaspora Network Global (IDN-Global) Said Zaidansyah, mengatakan, salah satu peran yang dapat diambil KDI dalam isu pekerja migran adalah memastikan peningkatan competitiveness tenaga kerja Indonesia.

Saat ini, competitiveness tenaga kerja Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan, jumlah penduduk Filipina yang tak sampai separuh dari jumlah penduduk Indonesia pun disebutnya memiliki competitiveness 3 kali lipat dibanding Indonesia.

"Kita perlu memformulasikan bagaimana tenaga kerja Indonesia, agar bisa lebih kompetitif dari Filipina atau negara-negara lain," tuturnya.

Editor : B Sadono Priyo