logo

Desa Wisata Memberi Dampak Besar Agar Desa Lebih Mandiri

Desa Wisata Memberi Dampak Besar Agar Desa Lebih Mandiri

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (foto,ones)
14 Agustus 2019 01:27 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengembangan desa wisata di Indonesia akan memberikan dampak yang cukup besar, untuk kemajuan desa menjadi lebih mandiri dan berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, usai melaunching Festival Desa Wisata Nusantara yang digelar Kemendes PDTT di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dia mengungkapkan, selama empat tahun belakangan, ternyata desa wisata mampu memberikan pendapatan yang besar. Bahkan, tambahnya, sejumlah desa wisata mampu membayar pajaknya lebih besar dari dana desa yang diterimanya.

Mendes mengatakan, membangun desa wisata itu sebenarnya sederhana dengan menggali potensi yang ada di wilayah desa tersebut. Untuk dapat menghadirkan daya tarik bagi pengunjung. Lalu, buat event dan kompetisi atau lomba, agar semakin banyak pengunjung yang datang.

"Ada desa di Gorontalo, sebuah desa yang kalau dilihat sangat minim infrastrukturnya. Akses jalannya becek, Namun, desa itu membuat hal itu sebagai kekuatan. Untuk menjadi daya tarik dengan memanfaatkan potensi yang ada, membuat pengunjung tertarik menikmati petualangan berkendara off road," ungkapnya.

Dikatakannya, terbangunnya desa wisata  dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan desa, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa.

"Dengan pendapatan desa yang secara finansial sudah mandiri diharapkan desa-desa itu bisa mandiri. Pembangunan bisa berkesinambungan dan tentunya program-program pemerintah lainnya, diharapkan bisa dibiayai oleh desa-desa yang mandiri tersebut," jelasnya.

Untuk itu, ujar Mendes, Pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian terkait seperti Kemendes PDTT, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat mendorong terbentuknya desa-desa wisata. Sekaligus, turut membantu mengembangkan desa-desa wisata tersebut. 

"Kita kumpulkan semua stakeholder yang berhubungan dengan pembuatan desa wisata ini. Mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat dan pihak swasta, serta perbankan agar turut membantu dalam mempercepat pembangunan desa wisata," tutur Mendes PDTT.

Agar desa-desa tersebut, imbuhnya, nantinya mampu menciptakan pendapatan di luar dari dana desanya. Jadi, diharapkan dana desa bukan menjadi sumber utama pembangunan desa. Dana desa bisa menjadi stimulus pembangunan desa dan desa nantinya bisa mandiri secara finansial.

Di sisi lain, dia juga menargetkan pada tahun 2020 mendatang, sedikitnya 10.000 desa wisata akan tersebar di seluruh Indonesia.

Editor : B Sadono Priyo