logo

Dukung KPK, Amran Copot Seluruh Pejabat Ditjen Hortikultura

Dukung KPK, Amran Copot Seluruh Pejabat Ditjen Hortikultura

Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan.
13 Agustus 2019 20:27 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mentan Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh pejabat Eselon II, III dan IV yang terkait dalam rekomendasi kasus impor bawang putih maupun yang terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih di Ditjen Hortikultura.

Langkah tegas Amran dibenarkan Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan menyusul penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Senin (12/8/2019).

"Ya benar, beliau ingin Kementan jelas sikapnya terkait kasus ini, dan memberikan ruang yang luas bagi KPK untuk melakukan penyelidikan,” tegas Justan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selasa (13/8/2019).

Menurut Justan, Kementan sangat terbuka bagi KPK untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih secara terang benderang, sehingga public clear melihat masalah ini.

"Meskipun sebenarnya belum diketahui keterlibatan pejabat Kementan, namun Mentan merasa perlu mengambil langkah tegas, konkrit dan segera sebagai komitmennya dalam anti korupsi," ujar Justan.

Langkah ini diperlukan untuk memitigasi Risiko Reputasi Kementerian Pertanian sedang diakui kinerja positipnya dalam perekonomian Indonesia.

“Sejak awal Kementan telah kerja sama dengan KPK, dan secara khusus  3 personel KPK ditempatkan di Kementan untuk pencegahan korupsi. Pegawai di Ditjen Hortikultura juga terbukti sudah berani melaporkan ke KPK terkait pemberian gratifikasi, dan ini nyata dilakukan oleh mereka. Selain itu, mereka juga sudah memblacklist 72 importir bawang nakal,” katanya.

Justan menilai langkah tegas Mentan Amran ini juga untuk menjaga marwah Kementerian Pertanian sebagai Lembaga yang telah mendapatkan penghargaan anti gratifikasi dua kali (2017 dan 2018) dari KPK.

"Mentan tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya," ujar dia. 

Justan mengungkapkan, di Kementan setidaknya ada sekitar 400 orang pegawai yang telah dipecat karena terindikasi KKN. Bahkan secara keseluruhan di Kementerian Pertanian karena ‘bermain-main', sebanyak 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi.

“Ini adalah tanggung jawab moril kami, para Eselon I sebagai pimpinan tinggi Kementerian, dan tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang. Ini adalah langkah antisipasi saja. Kami mendukung KPK sepenuhnya dalam menjalankan proses hukum," tegas Justan.

Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono di tempat yang sama, menambahkan, pihaknya sangat mendukung langkah tegas dan berani Mentan tersebut. Hal ini menurut Momon bentuk tanggung jawab moril para Eselon I dan dukungan kepada Menteri Pertanian yang selalu menggaungkan anti KKN dan anti mafia.

“Para Eselon I Kementan malam tadi sepakat, untuk mencopot semua pejabat yang terkait dengan rekomendasi impor bawang putih, meskipun belum tentu mereka bersalah. Mereka dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomedasi impor bawang putih. Ini untuk menjaga kepercayaan publik dan menjaga integritas seluruh pegawai Kementan," ujar Momon.

Momon menegaskan, bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di garda terdepan pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan tegas melawan mafia pangan yang selama ini menggerogoti perekonomian negara.

"Kementan menghormati penyelidikan dan proses hukum yang berjalan dan mendukung penuh KPK. Namun, manakala nantinya tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baik mereka dan dikembalikan pada posisi semula,” tegas Momon. ***