logo

BMKG Kerja Sama Dengan NOAA Untuk Tingkatkan Kemampuan SDM Dalam Membuat Prakiraan iklim

BMKG Kerja Sama Dengan NOAA Untuk Tingkatkan Kemampuan SDM Dalam Membuat Prakiraan iklim

Foto: suarakarya.id/dwi putro aa
13 Agustus 2019 17:26 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - BOGOR: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan NOAA (National Oceanic and Atospheric Administration / Administrasi Nasional Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat) menggelar workshop dengan tema “Peningkatan Prediksi Iklim Musiman Untuk Kesejahteraan Nasional” di Bogor, Selasa (13/8/2019).

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati kepada wartawan menjelaskan,secara umum workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam membuat prakiraan iklim musiman berbasis dampak (impact-based seasonal climate forecast), untuk menunjang program pemerintah di berbagai sektor dalam mencapai kesejahteraan nasional.

Selain itu, mendemonstrasikan peran penting dari berbagai program riset dan observasi di Benua Maritim seperti InaPRIMA (program pengamatan laut dan atmosfer melalui Buoy), Year of Maritime Continent (YMC / Riset Benua Maritim) dan Indonesian Trough Flow (ITF / Pengamatan Arus Laut Lintas Indonesia), dalam upaya untuk memahami sepenuhnya interaksi atmosfer-laut-atmosfer di atas Benua Maritim.

"Juga mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pengetahuan praktis sebagai bagian dari pengembangan Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS)," kata Dwikorita seusai membuka workshop tersebut.

Dwikorita menegaskan, dalam rangka mencapai target untuk menjadi institusi berkelas dunia, BMKG senantiasa mengadakan kerja-sama dengan institusi internasional untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian baik di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika. 

Workshop yang diselenggarakan di Hotel 101 Bogor  itu sendiri diikuti oleh total 44 orang peserta yang terdiri dari forecaster dari Stasiun Klimatologi dan Meteorologi Maritim dari berbagai daerah di Indonesia, Puslitbang BMKG, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dan analis/peneliti dari instansi lain yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, LIPI, KLHK, BNBP dan Kementerian PUPR. 

Sebagai pembicara kunci,  BMKG mengundang Mr. Joseph R. Donovan (Duta Besar AS untuk Indonesia), Dr. Sidney Thurston (NOAA) dan Dr. Michael McPhaden (Pacific Marine Environmental Laboratory - PMEL). 

Selain itu, ada beberapa narasumber lain dari Texas A & M University, Columbia University, California University, University of Washington dan dari IPB.

Menurut Dwikorita, kerja sama BMKG dengan NOAA telah berlangsung sejak lama, diwujudkan dalam bentuk riset dan observasi bersama seperti program-program tersebut di atas. 

Dalam program-program tersebut, selain peneliti BMKG dan NOAA dilibatkan juga peneliti dari LIPI, ITB dan IPB termasuk melakukan pelayaran ke Samudra Hindia untuk melakukan pengukuran variabel laut hingga kedalaman 5000 meter sambil melakukan perawatan Buoy. 

"Hasil pengukuran ini kemudian dianalisis bersama dan disajikan dalam tulisan ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar-seminar internasional dan datanya digunakan untuk keperluan operasional," kata Dwikorita. ***