logo

Mentan: Ketahanan Pangan Identik Ketahanan Negara

Mentan: Ketahanan Pangan Identik Ketahanan Negara

Mentan Amran Sulaiman memberikan sambutan pada rapat koordinasi DKP di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (13/8/2019).
13 Agustus 2019 15:11 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dewan Ketahanan Pangan (DKP), sedang menyusun rumusan Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional, sebagai salah satu tugasnya membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan.

"Pertemuan ini sangat penting kareN berbicara masalah pangan. Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) DKP di kantor Kementerian  Pertanian, Selasa (13/8/2019). 

Melihat urgensinya masalah pangan, lanjut Amran, Pemerintah Indonesia membentuk Satgas Pangan.

"Saya mengingatkan agar jangan main-main dengan sektor pangan. Kalau pangan terganggu, satgas pangan akan turun," tegas Amran. 

Sebelumnya, Sekretaris DKP Agung Hendriadi melaporkan, tujuan rakor merumuskan kebijakan strategis Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Rencana Aksi di tingkat Pusat maupun Daerah sesuai amanat PP No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

"Forum ini menyinergikan Kelompok Kerja DKP yang terdiri dari Pokja Teknis, Pokja Ahli, dan Pokja Pemberdayaan serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga untuk memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan Rancangan Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi," tambah Agung yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan.

Lebih lanjut Amran memaparkan  perkembangan pertanian Indonesia memiliki trend positif dalam 4 tahun terakhir (2015-2018).

"Inflasi pangan berhasil dijaga di bawah 2 persen dan PDB naik dari target pemeritah 3,5% dengan capaian 3,7%. PDB pertanian Indonesia menduduki peringkat 5 dari 224 negara. Penurunan inflasi bahan makanan Indonesia dari 11,71% menjadi 1,26% (2013-2017)," ujarnya.

Amran menambahkan, perencanaan pangan 5 tahun kedepan harus melihat bagaimana Indonesia memasuki era Pertanian 4.0 (pertanian presisi melalui teknologi digital), terjadinya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, dan penurunan inflasi komoditas pangan.

"Penggunaan bibit unggul, pengembangan SDM pertanian digital yang terintegrasi dengan kebutuhan milenial, dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia harus kita wujudkan," tambah dia.

Amran juga memaparkan bahwa fokus Pembangunan Pertanian ke depan untuk mewujudkan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pengembangan rainfed area (lahan tadah hujan), wetland area (lahan rawa) serta CPO sebagai ujung tombak pertanian.

Rakor ini dihadiri sekitar 100 orang dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Kelompok Kerja (Pokja) DKP dan perwakilan dari Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian. ***