logo

Lulusan SMKN I Kabupaten Sorong Berpotensi Besar Dukung Usaha Otomotif Daerah Ini

Lulusan SMKN I Kabupaten Sorong Berpotensi Besar Dukung Usaha Otomotif Daerah Ini

Kepala SMKN I Kabupaten Sorong, Sutikno S.Pd/Foto:skdi (Yacob Nauly)
13 Agustus 2019 10:07 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Kepala Sekolah Menengah Kejuruan  Negeri  (SMKN)  I  Kabupaten Sorong, Sutikno S.Pd, mengatakan untuk usaha otomotif  di Sorong Raya tak perlu modal besar.

Saat ini di Papua Barat khusus nya  Kabupaten Sorong dan umumnya  Sorong Raya, kendaraan bermotor bukan lagi barang yang mewah, tetapi kebutuhan yang wajib terpenuhi. Hampir semua orang sudah memiliki kendaraan bermotor.

“Di Kabupaten Sorong, misalnya, kita bisa memiliki satu unit kendaraan bermotor dengan uang muka yang sedikit serta cicilan murah dalam jangka waktu yang lama. Tidak heran jika kendaraan motor begitu menjamur dan pasti menguasai sebagian besar ruas jalan,”katanya.

Untuk  merawat kendaraan bermotor tidak semudah mendapatkannya. Butuh sentuhan tangan seorang mekanik untuk merawat motor agar bisa digunakan. Menyadari kebutuhan tersebut membuka bisnis dalam bidang otomotif sangatlah menggiurkan.

Kehadiran SMKN  I Kabupaten Sorong, saat ini sangat  menguntungkan  pengusaha otomotif di daerah ini. Pasalnya, semua orang membutuhkan jasa mekanik sehingga kerjasama usaha otomotif seperti membuka bengkel menjadi peluang bisnis yang menjanjikan  di Kabupaten Sorong dan Sorong Raya umumnya.

Komitmen kerja sama bengkel sangatlah menguntungkan jika didirikan di Sorong Raya. Hal ini disebabkan karena  Papua Barat  merupakan  daerah  dengan penduduk yang  banyak menggunakan kendaraan roda dua mau pun roda empat.

 Membeli sepeda motor bukanlah masalah yang besar bagi warga daerah ini  selama  bisa bepergian kemana saja dengan cepat, mudah, dan nyaman.

 Tidak heran jika ruas jalan di Sorong raya  lebih banyak dikuasai oleh sepeda motor dibandingkan transportasi umum.

Banyaknya jumlah kendaraan bermotor di Sorong Raya  berbanding lurus dengan banyaknya permintaan untuk perawatan bermotor. Peluang membuka usaha bengkel pasti terbuka luas.  

Karena itu, SMKN  I Kabupaten Sorong  menyiapkan unsur penting yang harus ada dalam bengkel kendaraan bermotor adalah tenaga kerja. Tenaga kerja yang utama di bengkel adalah mekanik dan kasir.

Tugas utama dari seorang mekanik adalah untuk memperbaiki dan merawat onderdil kendaraan bermotor.

 Sedangkan, tugas dari kasir untuk menangani pembayaran dan melakukan pembukuan transaksi. Kedua tenaga kerja tersebut  ada di SMK N I Sorong bidang mekanik dan bidang akuntansi, demikian  Sutikno S.Pd.

Dikatakan untuk diketahui bahwa Lulusan  Sekolah  Menengah  Kejuruan (SMK) Negeri  I,  unggulan di  Kabupaten   Sorong , Papua Barat,  memegang peranan penting dalam hal usaha kecil dan menengah di Sorong Raya saat ini.

SMK N I  Sorong,  menyediakan  tenaga  kerja  yang  handal  untuk  membangun  Sorong  Raya  dan  Papua  Barat  umumnya  pada bidang otomotif, komputer , administrasi perkantoran  juga keuangan .

Menurutnya, sekolah  unggulan ini dahulunya  adalah  SMEA. Oleh karena itu, hingga kini masih mempertahankan  jurusan  administrasi perkantoran dan keuangan.

Sedangkan fokus  SMKN  I  masa kini  adalah  jurusan otomotif. Jurusan ini terdiri dari Program Studi sepeda motor dan program studi teknik kendaraan ringan.

Ia menjelaskan, bahwa  siswa yang  mengenyam pendidikan di SMKN  I Kabupaten Sorong ini  berjumlah  938 orang.

Sedangkan guru dari berbagai jurusan  seluruhnya berjumlah  71 orang terdiri dari guru PNS dan Honorer. Para guru yang mengajar di SMK ini profesional di bidangnya. Apakah di teknik otomotif, administrasi keuangan dan perkantoran mau pun teknik komputer.

Sutikno, kelahiran tahun 1965 ini, sangat dekat dengan siswa dari berbagai suku dan agama. Laki-laki ayah dua orang anak dan satu istri ini, mengaku SMKN  I Kabupaten Sorong  menerima siswa dari berbagai suku, agama  dan latar belakang  ekonomi  apa pun.

“Perlu diketahui bahwa SMKN  I ini berdiri di  kawasan daerah transmigrasi, otomatis  70 persen siswanya  berasal dari suku jawa. Sedangkan 30 persennya  adalah putra asli Papua,”kata Sutikno.

Daerah-daerah yang mengirim siswanya  mengenyam pendidikan di SMKN  I Sorong ini berasal dari Kabupaten  Sorong  Selatan  Kabupaten  Tambrauw, Kabupaten  Maybrat, Raja  Ampat  dan  dari daerah Perbatasan  Sorong - Manokwari.

Menurut  Sutikno,   siswa  yang  mengenyam  pendidikan  pada  jurusan  otomotif  ; Kelas X = 23 orang. Kelas XI = 20 orang dan Kelas XII = 18 orang  untuk  Program Studi  Sepeda  Motor. Begitu pula pada program   Teknik Kendaraan Ringan jumlah siswa 150 orang,  80 persen putra daerah.

Tamatan  dari SMKN  I Kabupaten  Sorong  kini  banyak  yang  bekerja  di instansi  pemerintah  mau  pun  swasta  di  Papua  Barat  bahkan  di  luar provinsi in juga. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto