logo

32 Lukisan CDL Dipamerkan, Antara Dekoratif Dan Abstrak Yang Sarat Pesan

32 Lukisan CDL Dipamerkan, Antara Dekoratif Dan Abstrak Yang Sarat Pesan

Salah satu lukisan CDL yang dipamerkan di Museum Galeri, Menteng Jakpus. (Ist)
12 Agustus 2019 15:48 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perupa Chrysnanda Dwi Laksana kembali menggelar pameran  lukisan bertema "Sopo Ngiro" di Museum Galeri, yang sejak 9 Agustus hingga 15 Agustus 2019 dibuka untuk umum.

Rata rata lukisan pria berpangkat Brigadir Jenderal Polisi memang tidak teratur yang merupakan cerminan ekspresinya. Antara realis, dekoratif dan abstrak bisa diaduknya

 Saat pembukaan, secara langsung ia didaulat menunjukkan ketrampilannya.Dengan secapat kilat, kuas digunakan untuk menyapu dan meliuk diatas kanvas. Dalam tempo semenit, hampir separuh bidang warna putih disapu lelehan warna cokelat dengan sedikit sentuhan warna merah terang, ditambah titik, garis dan pola yang tampak seperti tak beraturan.

Sebuah lukisan abstrak tersaji berjudul "Kegelisahan Ibu Pertiwi". Menurut CDL, sapaan akrabnya, lukisan itu ekspresi atas kondisi Ibu Pertiwi yang mesti dimaknai sebagai semangat membangun bangsa. Bahasa rupa abstrak sengaja sebagai medium ekspresi, dengan menampilkan esensi rupa sebagai unsur utama.

"Kegelisahan Ibu Pertiwi akibat keserakahan sejumlah orang yang tak henti berbuat kerusakan di negeri ini. Orang-orang kemaruk yang selalu membuat Ibu Pertiwi menangis. Saatnya kita membuat Ibu Pertiwi tersenyum dan kita harus terus bersemangat membangun bangsa,” ujar CDL menjelaskan kepada wartawan.

Sebanyak 32 lukisan dipamerkan di galeri yang terletak di jantung kota ini. Sebelumnya, pameran serupa juga diselenggarakan di Taman Budaya dan Taman Ismail Marzuki. Ketiga tempat ini, Museum Galery, Taman Budaya, dan Taman Ismail Marzuki, merupakan pusat budaya di ibukota.

Di tengah kesibukannya sebagai Direktur Keamanan dan Keslamatan Korlantas Polri, CDL ,  selalu menyempatkan menorehkan kanvas sesuai hobinya sejak kecil. Lukisan jenderal kelahiran Magelang 3 Desember 1967 ini termasuk Kontemporer atau tidak teratur, tapi sarat pesan moral

Editor : B Sadono Priyo