logo

Salat Idul Adha 1440 Hijriah Di Kota Sorong Berjalan Aman

Salat Idul Adha 1440 Hijriah Di Kota Sorong Berjalan Aman

Salat Idul Adha 1440 H Di Kota Sorong, Papua Barat/Foto:skid (Yacob Nauly)
11 Agustus 2019 09:17 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Ribuan warga Kota Sorong  melaksanakan  Salat Idul Adha 1440 H/2019 di Lapangan Hocky Kampung Baru Pusat Kota  Sorong , Papua Barat, Minggu (11/8/2019) pagi berjalan aman.  

Dalam kesempatan ini hadir petinggi TNI/Polri dan pejabat  sipil  bersama ribuan masyarakat  setempat  untuk  melaksanakan salat Idul Adha ini.

Sebelum pelaksanaan salat  Panitia Hari Besar Islam (PHBI)  Kota Sorong melaporkan keuangan dan  jumlah hewan kurban di daerah ini.

Hingga 11 Agustus 2019, Saldo yang tercatat di kas PHBI Kota Sorong sebesar Rp 142 juta. Jumlah tersebut setelah  terpotong pengeluaran untuk berbagai kegiatan umat  Muslim di daerah ini.

Hewan kurban yang terkumpul dari warga Muslim Kota Sorong  pada  Idul Adha  1440 H/2019 sebanyak  434 ekor sapi  dan 22 ekor kambing. Kemudian, sumbangan dari Pemerintah Kota Sorong sebanyak 52 ekor sapi.

Selanjutnya  hewan kurban  sumbangan  Pemkot Sorong tersebut  langsung  dibagikan kepada 52  masjid dan mushola setempat.

Salat Idul Adha  khususnya  di lapangan hocky, pusat kota Sorong ini bertindak sebagai Imam adalah Uztad  Faizal M dan Khotibnya adalah  uztad Mayor  TNI AD, Triana S.Pd.I, M.Pd.

Dalam ceramahnya, Mayor Triyana, mengatakan, hari raya kurban ini menandakan  Islam sangat  menghargai manusia. Manusia harus mendapat penghargaan yang sama.

Jangan melihat  perbedaan tapi dari aspek manusia  semua  sama saja. Orang berpangkat punya jabatan atau mereka yang kaya, di mata Allah SWT, semua saja.

Islam sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan serta selalu  ingin  mengangkat manusia dari berbagai  keterbelakangan termasuk ekonomi. Maka, hewan kurban ini  kemudian akan dibagikan kepada  warga yang membutuhkan.

Oleh karena itu, dalam kehidupan bermasyarakat, saling menghargai antara yang  kaya dan  yang kurang mampu. Juga saling menghargai  dalam perbedaan karena dari perbedaan itu muncul kekuatan besar untuk membangun agama bangsa dan negara.

Usai salat , masyarakat masing-masing kembali ke  rumahnya  untuk selanjutnya  melakukan penyembelihan hewan  sapi dan kambing. Daging-daging  kurban itu akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. ***   

Editor : Dwi Putro Agus Asianto